DETAIL KOLEKSI

Penentuan parameter reservoir panas bumi pada sumur C lapangan K dengan metode pressure, temperature and spinner survey dan gross permeability test


Oleh : Ghitha Naufalia

Info Katalog

Nomor Panggil : 919/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Sugiatmo Kasmungin

Pembimbing 2 : Widia Yanti

Subyek : Geothermal;Reservoir - Oil well

Kata Kunci : pressure temperature and spinner survey, gross permeability test, injectivity test


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_071001400067_Halaman-Judul.pdf 2122.29
2. 2018_TA_TM_071001400067_BAB-1.pdf 801.29
3. 2018_TA_TM_071001400067_BAB-2.pdf 1472.32
4. 2018_TA_TM_071001400067_BAB-3.pdf 861.24
5. 2018_TA_TM_071001400067_BAB-4.pdf 1451.08
6. 2018_TA_TM_071001400067_BAB-5.pdf 771.21
7. 2018_TA_TM_071001400067_Daftar-Pustaka.pdf 803.73
8. 2018_TA_TM_071001400067_Lampiran.pdf 3890.81

P Parameter pada reservoir panasbumi merupakan aspek penting yang harus dianalisis dan diperhatikan. Hal tersebut dilakukan untuk menentukan apakah suatu lapangan layak untuk dikembangkan lebih lanjut atau tidak. Selain itu juga digunakan untuk mengetahui estimasi kemampuan produksi sumur berdasarkan data yang diperoleh. Studi ini membahas tentang analisis dari reservoir geothermal dengan menggunakan dua metode yaitu Pressure, Temperature and Spinner (PTS) Survey dan Gross Permeability Test (GPT). PTS Survey digunakan untuk menentukan tekanan dan temperatur reservoir, mengetahui jenis reservoir, mengetahui lokasi setiap feedzone serta menentukan potensi dari setiap feedzone. PTS Survey diawali dengan cara menurunkan rangkaian downhole tools kebawah permukaan kemudian menaik-turunkan alat sebanyak dua kali pass agar lebih akurat. Alat akan merekam tekanan, temperatur, kecepatan kabel dan frekuensi spinner. Data hasil survey PTS kemudian dianalisis secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis secara kualitatif dilakukan dengan melakukan plotting mass flow rate terhadap kedalaman. Sehingga dari hasil analisis tersebut diperoleh informasi adanya feedzone 1 pada kedalaman 1741mKU hingga 1893mKU dan feedzone 2 pada kedalaman 2057mKU hingga 2069mKU. Dari setiap feedzone memiliki potensi yang berbeda-beda, pada feedzone 1 berpotensi untuk memproduksikan air sebanyak 11.2 kg/s dengan persen kontribusi 70.74% dan feedzone 2 dapat memproduksikan air sebanyak 1.63 kg/s dengan persen kontribusi 10.27%. Dari kedua feedzone tersebut diperoleh total mass flow rate sebesar 12.83 kg/s, kemudian dilakukan perhitungan estimasi potensi energi panasbumi dengan menggunakan parameter spesific supply consumption, sehingga didapatkan estimasi potensi energi panasbumi untuk sumur C yaitu 375 KWe. Setelah dilakukan analisis terhadap data PTS Survey, selanjutnya dilakukan serangkaian uji permeabilitas total atau GPT yang terdiri dari Injectivity Test dan Pressure Fall Off Test. Serangkaian tes ini dilakukan untuk menentukan Injectivity Index, permeabilitas, transmisivitas dan skin factor. Injectivity Test dilakukan dengan cara menginjeksikan air dingin ke dalam sumur dengan menggunakan rate yang berbeda-beda, yaitu 4542 LPM, 3785 LPM, 3028 LPM dan 2271 LPM dengan waktu masing-masing penginjeksian selama 120 menit atau dua jam. Selanjutnya injeksi dihentikan dan penurunan tekanan dicatat terhadap waktu. Sumur ditutup selama 12 jam. Hasil rangkaian tes tersebut diperoleh nilai Injectivity Index sebesar 426.79 lpm/ksc. Selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan metode Horner. Hasil analisis Metode Horner yang telah dilakukan, diperoleh nilai slope yaitu sebesar 5.8 ksc/cycle. Nilai slope selanjutnya digunakan dalam perhitungan permeabilitas, transmisivitas dan skin factor. Dari analisis kuantitatif menggunakan excel maka diperoleh nilai permeabilitas sebesar 21.5 mD, transmisivitas sebesar 3.27 Darcy meter dan nilai skin sebesar -15.23.

P Parameters in the geothermal reservoir are important aspects that must be analyzed and considered. This is done to determine whether a field is feasible to be developed further or not. In addition, it is also used to determine the estimation of well production capabilities based on the data obtained. This study discusses the analysis of geothermal reservoirs using two methods, namely Pressure, Temperature and Spinner (PTS) Survey and Gross Permeability Test (GPT). PTS Survey is used to determine reservoir pressure and temperature, determine reservoir type, determine the location of each feedzone and determine the potential of each feedzone. PTS The survey begins by lowering the series of downhole tools under the surface and then raising the tool twice as much as possible to make it more accurate. The tool will record the pressure, temperature, cable speed and spinner frequency. Data from the PTS survey were then analyzed qualitatively and quantitatively. Qualitative analysis is done by plotting mass flow rates against depth. So, from the results of the analysis, information on the existence of feedzone 1 at a depth of 1741mKU to 1893mKU and feedzone 2 at a depth of 2057mKU to 2069mKU was obtained. Each feedzone has different potential, feedzone 1 has the potential to produce 11.2 kg / s of water with 70.74% contribution percent and feedzone 2 can produce 1.63 kg / s of water with a 10.27% contribution percentage. From the two feedzones, a total mass flow rate of 12.83 kg / s was obtained, then a calculation of the estimated potential of geothermal energy using specific supply consumption parameters was obtained so that the estimated geothermal energy potential for C well was 375 KWe. For this case, binary cycle is used for well C because of the low temperature and pressure. After analyzing PTS Survey data, a series of total or GPT permeability tests were carried out consisting of the Injectivity Test and Pressure Fall Off Test. This series of tests was carried out to determine the Injectivity Index, permeability, transmissivity and skin factor. Injectivity Test is done by injecting cold water into the well using different rates, namely 4542 LPM, 3785 LPM, 3028 LPM and 2271 LPM with each injection time for 120 minutes or two hours. Then the injection was stopped and a decrease in pressure was recorded against time. The well is closed for 12 hours. The results of the test series obtained the value of the Injectivity Index of 426.79 lpm / ksc. Then the analysis is done using the Horner method. The results of the analysis of the Horner Method that has been done, obtained the slope value of 5.8 ksc / cycle. The slope value is then used in the calculation of permeability, transmissivity and skin factor. From quantitative analysis using excel, the permeability value is 21.5 mD, transmissivity is 3.27 Darcy meter and skin value is -15.23.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?