DETAIL KOLEKSI

Hubungan stres kerja dan usia awal andropaus pada karyawan usia 30-55 tahun


Oleh : Fiareza Dilaga

Info Katalog

Nomor Panggil : S 911

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Magdalena Wartono

Subyek : Andropause;Stress - Psychological;Job stress

Kata Kunci : andropause, employee, work stress, smoking status, nutritional status


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_SKD_03012108_Halaman-judul.pdf 2903.77
2. 2016_TA_SKD_03012108_Pengesahan.pdf 7086.39
3. 2016_TA_SKD_03012108_Bab-1_Pendauluan.pdf 707
4. 2016_TA_SKD_03012108_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 793.86
5. 2016_TA_SKD_03012108_Bab-3_Kerangka-Konsep.pdf 709.6
6. 2016_TA_SKD_03012108_Bab-4_Meode.pdf 753.73
7. 2016_TA_SKD_03012108_Bab-5_Hasil.pdf 637.36
8. 2016_TA_SKD_03012108_Bab-6_Pembahasan.pdf 641.52
9. 2016_TA_SKD_03012108_Bab-7_Kesimpulan.pdf 638.62
10. 2016_TA_SKD_03012108_Daftar-pustaka.pdf 707.18
11. 2016_TA_SKD_03012108_Lampiran_.pdf 1292.38

P Penelitian di Kabupaten Sleman di propinsi D.I. Yogyakarta menunjukkan bahwa andropause yang terjadi pada usia 30 tahun atau andropause dini sebesar 55,84%. Andropause merupakan masalah yang sering terlupakan, andropause bisa dipercepat dengan adanya stres yang berkepanjangan, merokok, serta obesitas. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mencari hubungan faktor resiko pada subjek dengan angka kejadian andropause.METODEPenelitian menggunakan studi cross sectional, Sample yang ikut serta dalam penelitian adalah seluruh karyawan pada karyawan PT Sawit Jaya Desa Taripa, Kecamatan Pamona Timur Kabupaten Poso pada bulan april 2016. Sampel penelitian berjumlah 182 orang yang diambil secara cluster random sampling. Pengumpulan sampel dilaksanakan hanya pada bulan april 2016, dengan cara pengukuran tinggi dan berat badan, serta pembagian kuesioner pada subjek penelitian. Analisis data dengan menggunakan SPSS for windows versi 20.0HASILBerdasarkan hasil uji analisis data Chi–square didapatkan nilai , (P = 0.002) untuk stres kerja, (p = 0,528) status nutrisi, (p = 0.009) untuk status perokok.KESIMPULANTerdapat hubungan antara stres, status perokok dan andropause, tidak terdapat hubungan antara statsu gizi, dan andropasue, kisaran umur karyawan yang telah mengalami andropause berkisar 33-47 tahun

R Research in Sleman district in the province of D.I. Yogyakarta showed that andropause is happening at the age of 30 years or premature andropause by 55.84%. Andropause is a problem that is often forgotten, andropause can be accelerated by the prolonged stress, smoking, and obesity. Therefore, researchers are interested to find the relationship of risk factors in subjects with the incidence of andropause.METODEThe study used a cross sectional study, Sample who participated in the study were all employees of the employees of PT Sawit Jaya Taripa village, Poso Regency East Pamona in April 2016. The samples included 182 people taken by cluster random sampling. The collection of samples carried out only in April 2016, by measuring height and weight, as well as the distribution of a questionnaire on the subject of research. Data analysis using SPSS version 20.0 for windwosRESULTSBased on the test results of data analysis Chi -Square get value, (P = 0.002) for the stress of work, (p = 0,528) nutritional status, (p = 0.009) for the smokers status.CONCLUSIONThere is a relationship between stress, smoking status and andropause, there is no relationship between statsu nutrition, and andropasue, age range of employees who have undergone andropause range from 33-47 years

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?