DETAIL KOLEKSI

Tinjauan yuridis terhadap kewenangan gubernur jawa barat yang melibatkan anak sekolah dalam program barak militer menurut undang-undang no 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah


Oleh : Idul Fitra Hazman

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Eko Primananda

Kata Kunci : Governor\'s Authority, Schoolchildren, Military Barracks Program. Law No. 23 of 2014 concerning Regi

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200240_Halaman-Judul.pdf 9
2. 2026_SK_SHK_010002200240_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200240_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200240_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200240_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200240_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200240_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200240_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002200240_Bab-2.pdf 13
10. 2026_SK_SHK_010002200240_Bab-3.pdf 15
11. 2026_SK_SHK_010002200240_Bab-4.pdf 25
12. 2026_SK_SHK_010002200240_Bab-5.pdf 6
13. 2026_SK_SHK_010002200240_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002200240_Lampiran.pdf 1

K Kebijakan gubernur jawa barat yang melibatkan peserta didik dalam program barak militer sebagai upaya pembinaan karakter dan peningkatan kedisiplinan menimbulkan perdebatan dari perspektif hukum dan pendidikan. penelitian ini mengkaji dua masalah yaitu: pertama kewenangan gubernur jawa barat dalam menyelenggarakan program tersebut berdasarkan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan kedua mengkaji implikasinya terhadap pendidikan di provinsi jawa barat. penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan yang didukung oleh bahan hukum primer dan sekunder. hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pasal 12 ayat (1) dan lampiran undang-undang nomor 23 tahun 2014, kewenangan gubernur dalam bidang pendidikan terbatas pada penyelenggaraan pendidikan menengah dan tidak memberikan kewenangan secara eksplisit untuk melaksanakan pembinaan peserta didik melalui program barak militer. kebijakan tersebut juga berpotensi bersinggungan dengan urusan pertahanan yang merupakan kewenangan absolut pemerintah pusat. selain itu, program ini berdampak pada pergeseran pandangan pendidikan, perlindungan hak anak, peran guru dalam pembinaan karakter, serta kondisi sosial dan psikologis peserta didik. penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan tersebut tidak sesuai dengan kerangka kewenangan dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014. oleh karena itu, diperlukan dasar hukum yang lebih jelas agar pelaksanaan pembinaan karakter tetap selaras dengan hukum administrasi pemerintahan, sistem pendidikan nasional, dan prinsip perlindungan hak anak.

T The policy of the governor of west java involving students in a military-style barracks program intended to foster character and enhance discipline has sparked debate from both legal and educational perspectives. this study examines two issues: first, the authority of the governor of west java to implement such a program under law number 23 of 2014 concerning regional government; and second, the implications of the program for education in west java province. the study employs a normative legal research method utilizing a statutory approach, supported by primary and secondary legal materials. the findings indicate that, pursuant to article 12 paragraph (1) and the appendix of law number 23 of 2014, the governor\\\'s authority in the education sector is limited to the administration of secondary education and does not explicitly authorize the implementation of student development through military-style barracks programs. the policy also potentially encroaches upon matters of national defense, which fall under the absolute authority of the central government. furthermore, the program impacts perspectives on education, the protection of children\\\'s rights, the role of teachers in character building, and the social and psychological well-being of the students. the study concludes that the policy is inconsistent with the framework of authority established by law number 23 of 2014. therefore, a clearer legal basis is required to ensure that character development initiatives remain aligned with government administrative law, the national education system, and the principles of child rights protection.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?