Narasi budaya daerah untuk penciptaan brand identity "bale budaya parahyangan" di Kawasan Kotabaru Parahyangan Bandung
Pembimbing 3 : Sru Setyo Hadi
Subyek : Brand name products in art - Cultural narrative
Penerbit : FSRD - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Wegig Murwonugroho
Pembimbing 2 : Agung Eko Budiwaspada
Kata Kunci : brand identity, cultural hall, cultural narrative,
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2025_TS_MDP_191212100008_Halaman-Judul.pdf | 7 |
|
| 2. | 2025_TS_MDP_191212100008_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2025_TS_MDP_191212100008_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2025_TS_MDP_191212100008_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2025_TS_MDP_191212100008_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2025_TS_MDP_191212100008_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2025_TS_MDP_191212100008_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2025_TS_MDP_191212100008_Bab-1.pdf | 11 | |
| 9. | 2025_TS_MDP_191212100008_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2025_TS_MDP_191212100008_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2025_TS_MDP_191212100008_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2025_TS_MDP_191212100008_Bab-5.pdf | 3 | |
| 13. | 2025_TS_MDP_191212100008_Daftar-Pustaka.pdf | 3 | |
| 14. | 2025_TS_MDP_191212100008_Lampiran.pdf |
|
S Salah satu cara memperkenalkan suatu produk kepada masyarakat adalah melalui identitas merek, yang membentuk pandangan mereka terhadap perusahaan dan operasionalnya. ini adalah komponen penting karena setiap bisnis yang memiliki prinsip untuk menanamkan brand (merek) kepada pelanggannya. “bale budaya parahyangan†yang berada di kawasan kota satelit kotabaru parahyangan bandung, merupakan sebuah balai budaya yang mempunyai keunikan yang berbeda dari balai budaya yang ada di kota lain. karena tidak hanya bangunan joglo untuk kegiatan budaya saja tetapi dilengkapi dengan fasilitas lain seperti galeri yang menyimpan koleksi patung kayu dari beberapa daerah di indonesia, juga ada resto, amphitheatre, taman patung dan juga homestay. permasalahan utama yaitu obyek yang dijadikan ajang seni dan budaya, belum banyak dikenal oleh masyarakat sekitarnya. banyak orang yang masih menduga-duga dengan tempat tersebut, dimana ada yang menduga tempat ibadah, ada yang menduga itu kantor bupati, dan lainnya, karena logo yang berkonsep filosofis sebagai brand identity belum ada. oleh sebab itu perlu perancangan identitas atau logo yang sesuai dengan keberadaan area balai budaya yang sangat beragam bentuknya. ide dasar dari perancangan brand identity mengambil dari keberagaman bentuk bangunannya yaitu yang paling menonjol adalah bangunan joglo yang identik dengan budaya jawa dan bangunan pagar area yang identik dengan budaya sunda. disamping itu dengan mengangkat unsur kebudayaan sebagai dasar pembuatan logo sebagai brand identity bisa menjadi sumber inspiratif bagi kaum muda untuk sadar melestarikan budayanya di tanah airnya sendiri. berdasarkan pada pola pikir itu maka ide dasar dalam penciptaan brand identiy mengambil perpaduan unsur budaya yang dinarasikan dalam bentuk logo.
O One way to introduce a product to the public is through brand identity, which shapes their view of the company and its operations. this is an important component because every business has the principle of imparting a brand to its customers. \\\"parahyangan cultural hall\\\" which is located in the kotabaru parahyangan satellite city area of bandung, is a cultural hall that has unique characteristics that are different from cultural halls in other cities. because the joglo building is not only for cultural activities but is equipped with other facilities such as a gallery which stores a collection of wooden statues from several regions in indonesia, there is also a restaurant, amphitheatre, a sculpture park and also a homestay. the main problem is that objects that are used as venues for art and culture are not widely known by the surrounding community. many people are still guessing about this place, where some think it is a place of worship, some think it is the regent\\\'s office, and others, because the logo which has a philosophical concept as brand identity does not yet exist. therefore, it is necessary to design an identity or logo that is appropriate to the existence of cultural hall areas which are very diverse in shape. the basic idea of designing brand identity is taken from the diversity of building shapes, namely the most prominent ones are the joglo building which is identical to javanese culture and the area fence building which is identical to sundanese culture. apart from that, highlighting cultural elements as the basis for creating a logo as a brand identity can be a source of inspiration for young people to be aware of preserving their culture in their own homeland. based on this mindset, the basic idea in creating a brand identity takes a combination of cultural elements which are narrated in the form of a logo.