DETAIL KOLEKSI

Evaluasi perkerasan jalan di pelabuhan tanjung emas semarang


Oleh : Fuan Maharani

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Christina Sari

Pembimbing 2 : Ryan Faza Prasetyo

Kata Kunci : Pavement Evaluation; Port; Knapton Method; Life Cycle Cost

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_STS_051002100024_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_STS_051002100024_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_STS_051002100024_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_STS_051002100024_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_STS_051002100024_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_STS_051002100024_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_STS_051002100024_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_STS_051002100024_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_STS_051002100024_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_STS_051002100024_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_STS_051002100024_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_STS_051002100024_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_STS_051002100024_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_STS_051002100024_Lampiran.pdf

P Pelabuhan tanjung emas semarang merupakan kawasan strategis logistik nasional dengan aktivitas kendaraan berat yang tinggi. namun, kondisi perkerasan jalan pada ruas jalan coaster sisi selatan sepanjang ±725 m mengalami permasalahan akibat banjir rob, penurunan tanah, dan beban lalu lintas berat. elevasi eksisting permukaan jalan (+0,50 s.d. +0,70 mlws) lebih rendah dari elevasi muka air laut maksimum (+1,10 mlws), sehingga sering terjadi genangan yang mengganggu operasional pelabuhan. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi struktural perkerasan eksisting dan menentukan solusi perkerasan yang sesuai. evaluasi dilakukan menggunakan metode knapton (2012) dengan pendekatan konversi lapisan perkerasan menjadi tebal ekuivalen cement treated base (ctb). analisis beban lalu lintas didasarkan pada kendaraan kritis truk trailer 1.2–2.2 dengan berat 42 ton. hasil analisis menunjukkan kebutuhan tebal ctb desain sebesar 350 mm. perkerasan paving block eksisting memiliki tebal ekuivalen ctb 77,14 mm dengan defisiensi 272,86 mm, sedangkan perkerasan beton rigid memiliki tebal ekuivalen ctb 28,57 mm dengan defisiensi 321,43 mm. solusi yang direkomendasikan adalah penambahan overlay ctb. berdasarkan analisis life cycle cost (lcc) selama 20 tahun, perkerasan beton rigid memiliki total biaya sebesar rp 8.532.680.374, yang lebih rendah dibandingkan perkerasan paving block, serta memungkinkan peningkatan elevasi jalan sehingga lebih efektif dalam mengurangi risiko banjir rob.

T Tanjung emas port semarang is a strategic national logistics area with intensive heavy vehicle operations. however, the pavement condition of the south side coaster road (±725 m) has deteriorated due to tidal flooding, land subsidence, and heavy traffic loads. the existing road elevation (+0.50 to +0.70 mlws) is lower than the maximum sea level (+1.10 mlws), resulting in frequent inundation that disrupts port activities. this study aims to evaluate the structural condition of the existing pavement and determine an appropriate pavement solution. the evaluation was conducted using the knapton method (2012) by converting pavement layers into equivalent cement treated base (ctb) thickness. traffic load analysis was based on the critical 1.2–2.2 truck trailer with a gross weight of 42 tons. the results indicate that the required ctb design thickness is 350 mm. the existing paving block pavement has an equivalent ctb thickness of 77.14 mm with a deficiency of 272.86 mm, while the rigid concrete pavement has an equivalent ctb thickness of 28.57 mm with a deficiency of 321.43 mm. the recommended solution is the addition of a ctb overlay. based on a 20-year life cycle cost (lcc) analysis, the rigid concrete pavement has a total cost of rp 8,532,680,374, which is lower than the paving block alternative, and allows higher road elevation, making it more effective in mitigating tidal flooding.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?