Pelaksanaan pidana tambahan bagi pelaku tindak pidana dumping limbah dalam putusan nomor 226/pid.sus/2024/pn/btm.
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Maria Silvya Elisabeth Wangga
Kata Kunci : Additional Punishment, Waste Dumping, Corporation, Environmental Crime
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2025_SK_SHK_010002100017_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2025_SK_SHK_010002100017_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2025_SK_SHK_010002100017_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2025_SK_SHK_010002100017_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002100017_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2025_SK_SHK_010002100017_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2025_SK_SHK_010002100017_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2025_SK_SHK_010002100017_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2025_SK_SHK_010002100017_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2025_SK_SHK_010002100017_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2025_SK_SHK_010002100017_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2025_SK_SHK_010002100017_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2025_SK_SHK_010002100017_Daftar-Pustaka.pdf | 3 | |
| 14. | 2025_SK_SHK_010002100017_Lampiran.pdf |
|
P Permasalahan pencemaran lingkungan akibat dumping limbah ke media lingkungan hidup oleh korporasi terus menjadi sorotan di indonesia. salah satu bentuk penegakan hukum lingkungan terhadap tindak pidana tersebut adalah dengan penerapan pidana tambahan yang diatur dalam undang-undang nomor 32 tahun 2009. dalam praktik peradilan, penerapan pidana tambahan terhadap korporasi sering menimbulkan perdebatan, terutama mengenai legalitas dan efektivitasnya dalam menanggulangi kejahatan lingkungan. permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pidana tambahan terhadap pelaku tindak pidana dumping limbah dalam putusan nomor 226/pid.sus/2024/pn/btm, serta apa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana tambahan yang disertai pidana pokok terhadap pt musim mas sebagai pelaku korporasi. penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan didukung oleh wawancara dengan ahli hukum pidana. sumber data yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer serta bahan hukum sekunder. berdasarkan hasil penelitian, pidana tambahan dalam putusan tersebut berupa pidana denda dengan alternatif perampasan kekayaan korporasi apabila denda tidak dibayarkan. ketentuan ini sesuai dengan pasal 104 dan pasal 116 undang-undang nomor 32 tahun 2009. hakim mendasarkan putusan pada prinsip strict liability dan doktrin pertanggungjawaban pidana korporasi, sebagai bentuk perlindungan lingkungan dan penegakan hukum yang berkeadilan. penerapan pidana tambahan tersebut dinilai sah secara hukum dan mencerminkan perkembangan pemidanaan modern yang berorientasi pada keadilan ekologis.
E Environmental pollution issues caused by waste dumping into the environment by corporations continue to attract significant attention in indonesia. one form of environmental law enforcement against such criminal acts is the imposition of additional punishment as regulated under law number 32 of 2009. in judicial practice, the application of additional punishment against corporations often raises debates, particularly regarding its legality and effectiveness in addressing environmental crimes.this study examines the implementation of additional punishment against the perpetrator of the waste dumping crime in decision number 226/pid.sus/2024/pn/btm and the legal considerations underlying the judge’s decision to impose additional punishment alongside the principal penalty on pt musim mas as a corporate offender.this research employs a normative method with a statutory approach, a case approach, and is supported by interviews with criminal law experts. the data sources consist of primary and secondary legal materials.based on the findings, the additional punishment in the decision was in the form of a fine, with an alternative sanction of corporate asset confiscation if the fine is not paid. this provision is in accordance with articles 104 and 116 of law number 32 of 2009. the judge based the decision on the principle of strict liability and the doctrine of corporate criminal liability as a means of ensuring environmental protection and fair law enforcement.the application of this additional punishment is deemed legally valid and reflects the development of modern penal policies oriented toward ecological justice.