DETAIL KOLEKSI

Usulan penerapan sikap kerja 5S dan perbaikan rancangan tata letak gudang pada PT. Dynaplast Cileungsi


Oleh : Maureen Shintadewi

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Iveline Anne Marie

Subyek : Warehouse - Design and plans;Materials handling - Management

Kata Kunci : implementation of attitude, 5S work, design, warehouse layout, PT. Dynaplast Cileungsi

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_STI_06398036_Halaman-Judul.pdf
2. 2003_TA_STI_06398036_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2003_TA_STI_06398036_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_STI_06398036_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2003_TA_STI_06398036_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2003_TA_STI_06398036_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 2003_TA_STI_06398036_Bab-5_Perancangan-dan-Analisa.pdf
8. 2003_TA_STI_06398036_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
9. 2003_TA_STI_06398036_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2003_TA_STI_06398036_Lampiran.pdf

P PT. Dynaplast adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi kemasan plastik. Salah satu pabriknya berlokasi di Cileungsi, yaitu Dynaplast Cileungsi (DP-5). Saat ini DP-5 menghadapi masalah dalam kegiatan pergudangannya, yaitu lamanya waktu yang diperlukan untuk proses pengambilan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi di gudang. Hal ini disebabkan oleh penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi yang tidak teratur, gudang hanya mempunyai sate gang sebagai akses penyimpanan-pengambilan persediaan, dan persediaan dengan jenis yang sama letaknya terpencar, sehingga operator mengalami kesulitan dalam mencari dan mengambil barang. Selain itu, letak area penyimpanan bahan baku yang jauh dari area penerimaan dan area loading material menyebabkan aliran bahan baku menjadi panjang dan penganglcutannya lama. Untuk memecahkan masalah tersebut di atas, maka diusulkan penerapan sikap kerja 5S dan perbaikan rancangan tata letak gudang. Penerapan sikap kerja 5S dilakukan untuk menjaga kondisi gudang tetap bersih dan teratur, serta mendukung semua kegiatan pergudangan berlangsung dengan baik. Penerapannya dilakukan dengan menentukan barang apa raja yang boleh disimpan di gudang, kemudian menata peletakannya di gudang agar teratur dan rapi, menjaga kebersihan dan melakukan pemeriksaan, menggunakan pengontrolan secara visual, dan mengusahakan semua orang untuk bekerja sesuai peraturan. Perancangan tata letak gudang dilakukan untuk memperbaiki tata letak bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi. Perancangan ini meliputi penentuan penempatan, cara penyimpanan, dan jumlah persediaan. Penempatannya dilakukan mengelompok berdasarkan kesamaan jenis dan prioritas frekuensi pergerakannya supaya barang dengan frekuensi pergerakan yang tinggi diletakkan dekat dengan area atau fasilitas yang berhubungan penting dengan barang tersebut. Berdasarkan pertimbangan untuk memperbaiki aliran barang, dilakukan perancangan layout baru menggunakan Activity Relationship Chart dan Relationship Diagramming. Dari hasil perancangan, DP-5 memerlukan selective rack untuk penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi masing-masing sejumlah 5, 8, dan 45 buah. Layout usulan memperbaiki letak area penyimpanan bahan baku menjadi dekat dengan area penerimaan dan area loading material. Layout usulan juga memberikan akses langsung dari gang ke setiap muatan palet, serta pengontrolan yang mudah terhadap persediaan dan lokasinya. Selanjutnya dilakukan pengidentifikasian posisi penyimpanan-pengambilan persediaan dengan memberikan kode identifikasi posisi yang mudah dimengerti oleh setiap orang, terutama operator gudang. Untuk memantapkan proses pengambilan pesanan, ditentukan rute pengambilan pesanan secara berurutan agar operator tidak melakukan perjalanan bolak-balik di gang secara tidak produktif. Dengan penerapan sikap kerja 5S dan perbaikan rancangan tata letak gudang, penyimpanan persediaan menjadi teratur dan persediaan dapat diketahui posisi penyimpanannya. Dan oleh sebab itu, proses pengambilan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi menjadi lebih mudah dan dapat dikerjakan dalam waktu singkat.

P PT. Dynaplast is a manufacturing company engaged in the production of plastic packaging. One of its factories is located in Cileungsi, namely Dynaplast Cileungsi (DP-5). Currently, DP-5 is facing problems in its warehousing activities, namely the long time required for the process of picking raw materials, semi-finished goods, and finished goods in the warehouse. This is caused by the storage of raw materials, semi-finished goods, and finished goods that are not organized, the warehouse only has one aisle as access for storing and taking inventory, and inventory of the same type is scattered, so that operators have difficulty finding and taking goods. In addition, the location of the raw material storage area is far from the receiving area and the material loading area, causing the flow of raw materials to be long and the transportation takes a long time. To solve the above problems, it is proposed to implement the 5S work attitude and improve the warehouse layout design. The implementation of the 5S work attitude is carried out to maintain the condition of the warehouse clean and orderly, and support all warehousing activities to run smoothly. The implementation is carried out by determining which goods may be stored in the warehouse, then arranging their placement in the warehouse so that it is orderly and neat, maintaining cleanliness and conducting inspections, using visual control, and ensuring everyone works according to the rules. Warehouse layout design is carried out to improve the layout of raw materials, semi-finished goods, and finished goods. This design includes determining the placement, storage method, and quantity of inventory. The placement is done in groups based on similar types and priority of movement frequency so that goods with high movement frequency are placed close to areas or facilities that are important to the goods. Based on considerations to improve the flow of goods, a new layout design was carried out using Activity Relationship Chart and Relationship Diagramming. From the design results, DP-5 requires selective racks for storing raw materials, semi-finished goods, and finished goods, amounting to 5, 8, and 45 pieces, respectively. The proposed layout improves the location of the raw material storage area to be close to the receiving area and the material loading area. The proposed layout also provides direct access from the aisle to each pallet load, as well as easy control of inventory and its location. Next, inventory storage and retrieval locations are identified by assigning position identification codes that are easily understood by everyone, especially warehouse operators. To streamline the order-picking process, sequential order-picking routes are determined to prevent operators from unproductively traveling back and forth through the aisles. By implementing the 5S work attitude and improving the warehouse layout, inventory storage becomes more organized and inventory storage locations are easily identified. Consequently, the process of retrieval of raw materials, semi-finished goods, and finished goods becomes easier and can be completed in a shorter time.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?