DETAIL KOLEKSI

Usulan penerapan six sigma menggunakan metode DMAIC untuk perbaikan kualitas dengan mengurangi cacat pada proses pembuatan kemeja di PT. Cemara Citra Indogarmindu


Oleh : Yuliana

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Roesmina Darwis

Pembimbing 2 : Ismed Abdurrachman

Subyek : Six sigma (Quality control standard);Production control

Kata Kunci : six sigma, DMAIC method, quality improvement, reducing defects, shirt making, PT. Cemara Citra Indog

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_STI_06399345_Halaman-Judul.pdf
2. 2003_TA_STI_06399345_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2003_TA_STI_06399345_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_STI_06399345_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2003_TA_STI_06399345_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2003_TA_STI_06399345_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 2003_TA_STI_06399345_Bab-5_Pengolahan-Data-dan-Analisa.pdf
8. 2003_TA_STI_06399345_Bab-6_Implementasi-dan-Analisa.pdf
9. 2003_TA_STI_06399345_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
10. 2003_TA_STI_06399345_Daftar-Pustaka.pdf
11. 2003_TA_STI_06399345_Lampiran.pdf

D Dalam menghadapi persaingan yang ketat dalam dunia perdagangan saat ini, maka setiap perusahaan hams dapat selalu menghasilkan suatu produk derigan kiialitas yang baik. Dengan menghasilkan produk yang berkualitas baik, maka konsumen akan terus menggunakan produk yang dihasilkan tersebut karena permintaan konsumen tersebut telah terpenuhi. Perusahaan hams dapat selalu meningkatkan kualitas produk yang dihasilkannya untuk dapat bertahan dalam dunia perdagangan yang kompetitif PT Cemara Citra Indogarmindu merupakan sebuah perusahaan garmen yang menghasilkan produk pakaian seperti kemeja, rok, dan T-Shirt. Untuk dapat mempertahankan konsumen, maka kualitas produk yang dihasilkan harus diperhatikan dengan mengurangi cacat yang sering terjadi pada produk yang dihasilkan. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari penyebab-penyebab terjadinya cacat tersebut dan berusaha untuk mengurangi terjadinya cacat tersebut. Salah satu cam untuk dapat mencapai hal tersebut adalah dengan menggunakan Six Sigma melalui tahapan define, measure, analyze, improve, dan control (DMAIC). Jenis cacat yang terjadi pada proses pembuatan kemeja tersebut ada 6 jenis karakteristik yang berpengaruh terhadap kualitas (critical to quality) yaitu kancing longgar, benang lepas, kotor, bolong, serat, dan jahitan tidak rapi. Pada perhitungan defect per million opportunities (DPMO) nilai DPMO yang dihasilkan adalah sebesar 1900 dengan tingkat sigma 4,35 sigma. Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui diagram pareto, jenis cacat yang dominan adalah kancing longgar (21 %), benang lepas (19,9%), kotor (19,4%), jahitan tidak rapi (18%) dan bolong (13,5%). Setelah diketahui cacat yang dominan maka harus diketahui penyebab terjadinya cacat tersebut dengan membuat diagram sebab-akibat (fishbone) dan dilakukan perbaikan agar jumlah cacat yang terjadi dapat berkurang dengan melakukan pembuatan FMEA. Setelah dilakukan implementasi usulan maka dilakukan pengujian selisih antara dua proporsi dan diiketahui bahwa proporsi cacat setelah dilakukan implementasi lebih kecil daripada sebelum dilakukan implementasi. Nilai DPMO setelah implementasi terjadi penurunan yaitu dari 1900 menjadi 400 dengan peningkatan tingkat sigma dari 4,35 menjadi 4,85 sigma. Oleh karena itu, perbaikan kualitas sebaiknya dilakukan terus-menerus supaya kualitas produk yang dihasilkan akan semakin meningkat dan sesuai dengan keinginan konsumen maka dapat terus mempertahankan konsumen sehingga perusahaan dapat terus melangsungkan usahanya.

I In facing the fierce competition in today's trade world, every company must be able to consistently produce a product with good quality. By producing good quality products, consumers will continue to use the products produced because consumer demand has been met. Companies must be able to consistently improve the quality of their products to be able to survive in the competitive trade world. PT Cemara Citra Indogarmindu is a garment company that produces clothing products such as shirts, skirts, and T-shirts. To be able to retain consumers, the quality of the products produced must be considered by reducing defects that often occur in the products produced. This can be done by finding the causes of these defects and trying to reduce their occurrence. One way to achieve this is by using Six Sigma through the stages of define, measure, analyze, improve, and control (DMAIC). The types of defects that occur in the shirt making process are 6 types of characteristics that affect quality (critical to quality), namely loose buttons, loose threads, dirt, holes, fibers, and untidy stitching. In the calculation of defects per million opportunities (DPMO), the resulting DPMO value is 1900 with a sigma level of 4.35 sigma. Based on the results obtained through the Pareto diagram, the dominant types of defects are loose buttons (21%), loose threads (19.9%), dirty (19.4%), untidy stitching (18%), and holes (13.5%). After knowing the dominant defects, the cause of these defects must be identified by creating a cause-and-effect diagram (fishbone) and improvements must be made so that the number of defects that occur can be reduced by conducting an FMEA. After implementing the proposal, a test of the difference between the two proportions was conducted and it was found that the proportion of defects after implementation was smaller than before implementation. The DPMO value after implementation decreased from 1900 to 400 with an increase in the sigma level from 4.35 to 4.85 sigma. Therefore, quality improvements should be carried out continuously so that the quality of the resulting product will continue to increase and in accordance with consumer desires, so that it can continue to retain consumers so that the company can continue its business.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?