Usulan strategi pemasaran perumahan gema pesona bagi PT. Mega Mulia Mustika Persadadikaitkan dengan kondisi makro-ekonomi indonesia sub sektor perumahan
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1998
Pembimbing 1 : Diana Kusno
Subyek : Marketing management;Industrial management;Marketing strategy
Kata Kunci : marketing strategy, Gema Pesona housing, PT. Mega Mulia Mustika Persada, Indonesian macroeconomics,
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 1998_TA_STI_06393407_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 1998_TA_STI_06393407_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 1998_TA_STI_06393407_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 1998_TA_STI_06393407_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 1998_TA_STI_06393407_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 1998_TA_STI_06393407_Bab-4_Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 1998_TA_STI_06393407_Bab-5_Analisa-Data.pdf |
|
|
| 8. | 1998_TA_STI_06393407_Bab-6_Usulan-Pemasaran-Strategi.pdf |
|
|
| 9. | 1998_TA_STI_06393407_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 1998_TA_STI_06393407_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 1998_TA_STI_06393407_Lampiran.pdf |
|
W Wilayah Jabotabek yang menjadi indikator, kunci dan magnet pertumbuhan ekonomi nasional dalam 10 tahun terakhir menunjukkan suatu perkembangan yang luar biasa. Masalah penduduk dan perumahan adalah salah satu diantara sekian aspek yang berkembang pesat tersebut. Jabotabek dengan penduduk saat ini hampir 20 juta yang diperkirakan mencapai 23,6 juta pada tahun1998 dengan pendapatan perkapita sebesar US$ 3.019 tahun1995 dan akan mencapai US$4.400 di tahun 2000 tentu menjadi pasar yang paling potensial bagi bisnis perumahan. Keterbatasan lahan dan meningkatnya harga tanah berakibat pada tingginya harga rumah, sehingga melahirkan trend terpaksa yang mendorong masyarakat lati ke daerah pinggir kota Jakarta. Peningkatan status Depok sebagai salah satu altematif hunian bagi penduduk Jakarta, telah membuat semakin menjamurnya bisnis perumahan di kota ini. Salah satu perumahan yang ada di Depok adalah Gema Pesona Estat dengan PT. Mega Mulia Mustika Persada (MMP) sebagai pengembang.Yang menjadi pokok permasalah dalam tugas akhir ini adalah tidak tercapainya target penjualan perusahaan untuk tahun 1995-1997 dan terjadi penurunan penjualan pada tahun 1997 sebanyak 60 %. Pada tahun 1995-1996 perusahaan barn dapat menguasai 25 % pangsa pasar dari 29 % yang ditargetkan, sedangkan untuk tahun 1997 perusahan barn dapat menguasai 23 % pangsa pasar dari 26 % yang ditargetkan. Sejak tahun1997 bisnis perumahan mengalami masa panceklik karena suku bunga bank yang tinggi dan daya beli masyarakat /nenurun. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama,inflasi yang melambung tinggi. Kedua, prioritas kebutuhan. Walaupun rumah merupakan kebutuhan utama setiap manusia, tetapi melihat kondisi perekonomian kita sekarang ini, mulai timbul gejala kebutuhan untuk membeli rumah akan dinomorduakan. Untuk dapat meraih pasar, pihak pengembang dalam hal ini PT. Mega Mulia Mustika Persada membutuhkan suatu strategi yang efektif dengan melihat kondisi pasar pula. Proses perumusan strategi pemasaran yang efektif tentunya membutuhkan beberapa pendekatan analitis dan konsep strategi yang tepat. Pendekatan analitis dalam hal ini dilakukan dengan melakukan analisa. SWOT terhadap kemampuan internal (kekuatan dan kelemahan produk), kondisi perekonomian nasional serta kondisi pasar perumahan yang dibatasi sampai dengan bulan November 1997. Usulan strategi pemasaran yang telah dirumuskan dalam penelitian tugas akhir ini diajukan untuk kurun waktu hingga November 1997,meliputi beberapa hal (1) PRODUK; melalui perbaikan bentuk desain rumah yang lebih beragam, melakukan inovasi produk dengan cara turun kelas dan menurunkan spesifikasi bangunan, meningkatan mutu banguanan secara teknis,merealisasikan pembanguan fasilitas yang belum terbangun, serta mempertahankan kebersihan, keamanan, keasrian, dan kenyamanan lingkungan perumahan (2) HARGA; meningkatkan permintaan akan rumah yang lebih terjangkau dengan daya beli masyarakat, melalui pemberian potongan harga dan keringanan pembayaran (3)PELAYANAN; menciptakan sistem pelayanan yang akan memberikan kepuasan bagi konsumen melalui pemberian kemudahan-kemudahan bagi talon pembeli dalam hal pembayaran, melakukan kontrol yang ketat dalam hal pembangunan rumah, dan memperbaiki manajemen dalam hal penyerahan surat kepemilikan rumah (4)PROMOSI; upaya promosi dilakukan melalui media perikalanan ( media cetak dan televisi ) serta promosi penjualan dengan membentuk team pemasar profesional dan melakukan promosi penjualan outdoor.
T The Greater Jakarta (Jabodetabek) region, an indicator, key, and magnet for national economic growth over the past 10 years, has shown remarkable progress. Population and housing issues are among the rapidly growing areas. Jabodetabek, with a current population of nearly 20 million, is projected to reach 23.6 million in 1998, and a per capita income of US$3,019 in 1995, reaching US$4,400 in 2000. This region is undoubtedly a highly potential market for the housing business. Limited land availability and rising land prices have resulted in high housing prices, leading to a forced migration of low-income families to the outskirts of Jakarta. Depok's increasing status as a viable alternative for Jakarta residents has fueled the proliferation of housing businesses in the city. One such housing development in Depok is Gema Pesona Estate, operated by PT. Mega Mulia Mustika Persada (MMP) as a developer. The main problem in this final assignment is the failure to achieve the company's sales target for 1995-1997 and a 60% decline in sales in 1997. In 1995-1996 the new company was able to control 25% of the market share from the targeted 29%, while in 1997 the new company was able to control 23% of the market share from the targeted 26%. Since 1997 the housing business has experienced a period of famine due to high bank interest rates and declining purchasing power. This decline is caused by several things. First, soaring inflation. Second, priority of needs. Although a house is a primary need for every human being, but looking at our current economic conditions, symptoms are starting to emerge that the need to buy a house will be prioritized. To be able to reach the market, the developer in this case PT. Mega Mulia Mustika Persada needs an effective strategy by looking at market conditions as well. The process of formulating an effective marketing strategy certainly requires several analytical approaches and appropriate strategic concepts. The analytical approach in this case is carried out by conducting a SWOT analysis of internal capabilities (strengths and weaknesses of the product), national economic conditions and housing market conditions which are limited to November 1997. The proposed marketing strategy that has been formulated in this final project research is submitted for the period up to November 1997, covering several things (1) PRODUCT; through improving the form of a more diverse house design, carrying out product innovation by downgrading and lowering building specifications, improving the technical quality of the building, realizing the construction of facilities that have not been built, and maintaining the cleanliness, security, beauty and comfort of the housing environment (2) PRICE; increasing demand for more affordable houses with the purchasing power of the community, through providing discounts and payment relief (3) SERVICE; creating a service system that will provide satisfaction for consumers by providing conveniences for prospective buyers in terms of payment, carrying out strict control in terms of house construction, and improving management in terms of handing over house ownership certificates (4) PROMOTION; Promotional efforts are carried out through advertising media (print media and television) as well as sales promotions by forming a professional marketing team and carrying out outdoor sales promotions.