Karakteristik fasade pada bangunan restoran teras by plataran di Summarecon Bogor – Jawa Barat
Subyek : Facades - Architecture;Restaurant - Buildings
Penerbit : FTSP - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Lucia Helly Purwaningsih
Kata Kunci : biophilic design; environmental perception; form aesthetics; visual integration; Teras by Plataran
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_TS_MAR_152012310014_Halaman-Judul.pdf | 8 | |
| 2. | 2026_TS_MAR_152012310014_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_TS_MAR_152012310014_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_TS_MAR_152012310014_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_TS_MAR_152012310014_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_TS_MAR_152012310014_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_TS_MAR_152012310014_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_TS_MAR_152012310014_Bab-1.pdf | 10 | |
| 9. | 2026_TS_MAR_152012310014_Bab-2.pdf | 38 |
|
| 10. | 2026_TS_MAR_152012310014_Bab-3.pdf | 16 |
|
| 11. | 2026_TS_MAR_152012310014_Bab-4.pdf | 40 |
|
| 12. | 2026_TS_MAR_152012310014_Bab-5.pdf | 40 | |
| 13. | 2026_TS_MAR_152012310014_Daftar-Pustaka.pdf | 3 | |
| 14. | 2026_TS_MAR_152012310014_Lampiran.pdf | 17 |
|
P Penelitian ini mengkaji bagaimana konsep menyatu dengan alam (nature-integrated design) direpresentasikan melalui karakteristik visual bangunan restoran teras by plataran di summarecon bogor. fokus penelitian diarahkan pada tiga rumusan masalah: (1) identifikasi karakteristik visual bangunan/fasad yang merepresentasikan konsep menyatu dengan alam, (2) penjelasan alasan atau intensi desain di balik bentuk dan tampilan bangunan pada kondisi terbangun, serta (3) pembacaan persepsi pengamat dan pengunjung terhadap kualitas visual–spasial bangunan dalam menghadirkan pengalaman yang terintegrasi dengan alam.penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan strategi studi kasus tunggal. data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan dokumentasi foto kondisi terbangun (as-built), serta wawancara dengan desainer, pengamat, dan pengunjung. data sekunder berupa dokumen perancangan digunakan sebagai referensi pendukung untuk memperjelas pembacaan elemen dan urutan ruang. unit analisis mencakup massa utama (entrance), zona transisi semi-outdoor (the deck), dan area ekstensi belakang (pavilion/sunken outdoor) sebagai satu rangkaian pengalaman visual.analisis dilakukan melalui triangulasi antara (a) indikator desain biofilik sebagai tolok ukur utama, (b) prinsip bentuk/komposisi sebagai bahasa deskriptif, dan (c) teori preferensi lingkungan untuk membaca persepsi visual pengamat. konfrontasi antara teori, intensi desainer, dan persepsi pengamat/pengunjung menghasilkan temuan mengenai keselarasan maupun kesenjangan makna “menyatu dengan alamâ€, yang selanjutnya disintesis menjadi kriteria desain bagi bangunan restoran yang berorientasi pada integrasi visual bangunan alam. ruang lingkup penelitian dibatasi pada kualitas visual dan perseptual, tanpa membahas aspek performa teknis (kenyamanan termal, penghawaan, akustik).hasil penelitian disusun sebagai temuan terstruktur yang berujung pada perumusan kriteria/rekomendasi desain bagi bangunan restoran yang efektif membangun integrasi visual bangunan alam, dengan batasan bahwa aspek performa teknis (kenyamanan termal, penghawaan, akustik) tidak menjadi fokus pembahasan.
T This study examines how nature-integrated design is represented through the visual characteristics of the teras by plataran restaurant building in summarecon bogor. the research addresses three questions: (1) whether the building’s visual characteristics reflect a “blending with nature†concept, (2) why the building was designed in its current built form and appearance, and (3) how observers perceive the building’s design quality in relation to nature integration.a qualitative-descriptive approach with a single-case study strategy is employed. primary data are collected through on-site observation and photographic documentation of the as-built condition, complemented by interviews with the designer and observers/visitors. secondary data, including design and working drawings, support the interpretation. the units of analysis comprise the main mass (entrance), the semi-outdoor transition zone (the deck), and the rear extension area (pavilion/sunken outdoor) as a continuous visual-spatial sequence.the analysis integrates three theoretical lenses: (1) biophilic design indicators as the primary conceptual benchmark (visual connection, material connection, biomorphic forms, and prospect–refuge qualities); (2) ching’s design principles as a descriptive language to explain how biophilic indicators are manifested architecturally; and (3) kaplan & kaplan’s environmental preference framework to assess visual perception (coherence, legibility, complexity, and mystery). these three domains are then triangulated confronting field findings, the designer’s intentions, and observers’/visitors’ perceptions to identify alignment and gaps in the intended and perceived “nature-integrated†experience.the study concludes by formulating structured findings that lead to design criteria/recommendations for restaurant buildings aiming to achieve effective building–nature visual integration, while explicitly excluding technical performance aspects (thermal comfort, ventilation, acoustics) from the scope of discussion.