Pengaruh keberlanjutan korporasi, digitalisasi, dan tata kelola perusahaan terhadap mitigasi risiko kepatuhan perbankan di indonesia
Subyek : Corporate governance;Compliance - Risk mitigation
Penerbit : FEB - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Bahtiar Usman
Kata Kunci : banking digitalization; compliance risk mitigation; corporate governance; corporate sustainability;
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_TS_MIE_121012310008_Halaman-Judul.pdf | 10 | |
| 2. | 2026_TS_MIE_121012310008_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_TS_MIE_121012310008_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_TS_MIE_121012310008_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_TS_MIE_121012310008_Lembar-Pengesahan.pdf | 4 | |
| 6. | 2026_TS_MIE_121012310008_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_TS_MIE_121012310008_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_TS_MIE_121012310008_Bab-1.pdf | 11 | |
| 9. | 2026_TS_MIE_121012310008_Bab-2.pdf | 18 |
|
| 10. | 2026_TS_MIE_121012310008_Bab-3.pdf | 14 |
|
| 11. | 2026_TS_MIE_121012310008_Bab-4.pdf | 38 |
|
| 12. | 2026_TS_MIE_121012310008_Bab-5.pdf | 16 | |
| 13. | 2026_TS_MIE_121012310008_Daftar-Pustaka.pdf | 4 | |
| 14. | 2026_TS_MIE_121012310008_Lampiran.pdf | 14 |
|
P Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi mitigasi risiko kepatuhan perbankan di indonesia dengan mengintegrasikan perspektif keberlanjutan korporasi, digitalisasi, dan tata kelola internal. penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel seimbang pada tujuh bank umum kelompok kbmi 3 dan kbmi 4 selama periode 2019–2024. mitigasi risiko kepatuhan diukur menggunakan compliance risk disclosure index, sedangkan variabel independen meliputi environmental, social, and governance (esg), corporate social responsibility (csr), digitalisasi perbankan, intensitas teknologi informasi, good corporate governance (gcg), dan stabilitas sumber daya manusia. analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan fixed effect model dan robust standard errors untuk mengendalikan heterogenitas tidak teramati antarbank. hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi perbankan, gcg, dan stabilitas sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap mitigasi risiko kepatuhan bank, sedangkan esg, csr, dan intensitas teknologi informasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. temuan ini menyimpulkan bahwa efektivitas mitigasi risiko kepatuhan lebih ditentukan oleh faktor internal yang terintegrasi secara operasional dan embendded dalam fungsi kepatuhan dibandingkan oleh pengungkapan keberlanjutan yang bersifat simbolik. implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kepatuhan perbankan perlu diarahkan pada integrasi digitalisasi dengan fungsi kepatuhan, penguatan tata kelola, serta pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
T This study aims to examine the determinants of banking compliance risk mitigation in indonesia by integrating corporate sustainability, digitalization, and internal governance perspectives. this research employs a quantitative approach using balanced panel data from seven commercial banks classified under kbmi 3 and kbmi 4 over the period 2019–2024. compliance risk mitigation is measured using a compliance risk disclosure index, while the independent variables include environmental, social, and governance (esg), corporate social responsibility (csr), banking digitalization, information technology intensity, good corporate governance (gcg), and human resource stability. data analysis is conducted using panel data regression with a fixed effect model and robust standard errors to control for unobserved heterogeneity across banks. the results indicate that banking digitalization, gcg, and human resource stability have a positive and statistically significant effect on compliance risk mitigation. in contrast, esg, csr, and information technology intensity do not exhibit significant effects. these findings suggest that effective compliance risk mitigation is primarily driven by internal factors that are operationally integrated and embedded within the compliance function, rather than by sustainability disclosures that are symbolic or reporting-oriented. the study concludes that strengthening banking compliance requires a strategic focus on digitally integrated compliance systems, robust governance structures, and sustainable human resource management practices. the findings provide important implications for bank management and regulators in enhancing non-financial risk management and compliance frameworks within the indonesian banking sector.