Fasilitas pejalan kaki integrasi antar moda di Kawasan Dukuh Atas
Penerbit : FALTL - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2022
Pembimbing 1 : Endrawati Fatimah
Pembimbing 2 : Martinia Cecilia Adriana
Subyek : Public transportation infrastructure;Pedestrian areas
Kata Kunci : public transportation, pedestrian, public transport interchange
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2022_TA_SPW_083001400025_Halaman-Judul.pdf |
|
|
| 2. | 2022_TA_SPW_083001400025_Lembar-Pengesahan.pdf |
|
|
| 3. | 2022_TA_SPW_083001400025_Bab_1_Pendahuluan.pdf |
|
|
| 4. | 2022_TA_SPW_083001400025_Bab_2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2022_TA_SPW_083001400025_Bab_3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2022_TA_SPW_083001400025_Bab_4_Gambaran-Umum.pdf |
|
|
| 7. | 2022_TA_SPW_083001400025_Bab_5_Analisis-dan-Pembahasan.pdf |
|
|
| 8. | 2022_TA_SPW_083001400025_Bab_6_Kesimpulan.pdf |
|
|
| 9. | 2022_TA_SPW_083001400025_Daftar-Pustaka.pdf |
|
|
| 10. | 2022_TA_SPW_083001400025_Lampiran.pdf |
|
T Transportasi umum merupakan komponen penting dalam keseluruhan proses pengelolaan sistem transportasi perkotaaan, pembangunan infrastruktur angkutan umum yang sedang terjadi di Jakarta memerlukan integrasi yang baik untuk memudahkan penumpang berpindah antarmoda. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan prinsip desain integrasi guna memecah konektivitas yang buruk pada fasilitas jalur pejalan kaki antarmoda. Kawasan Dukuh Atas yang menjadi pusat kegiatan primer dengan titik perpindahan antar moda transportasi yang terintegrasi, pada kawasan ini ada 4 transportasi yang saling terhubung yaitu moda Transjakarta, CommuterLine(KRL), Moda Raya Terpadu (MRT) dan moda Railink. Dengan adanya keberadaan pusat kegiatan bisnis dan sentra titik pergantian transportasi umum, perkembangan kegiatan dan bangkitan pergerakan serta kebutuhan fasilitas pejalan kaki yang menghubungkan antar moda harus diperhatikan. Penelitian ini berfokus pada persepsi masyarakat terhadap kepentingan dan kepuasan para pengguna pada komponen yang tersedia pada jalur pejalan kaki di Kawasan Dukuh Atas dengan tujuan mengetahui komponen peningkatan prioritas perbaikan pada jalur fasilitas pejalan kaki yang tersedia saat ini. Metode pada penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), metode ini memiliki kelebihan yaitu dapat melakukan managemen strategi yang tepat untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner pada jalur pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas dengan responden yaitu para pengguna moda transportasi yang melakukan perpindahan moda pada kawan ini. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya masih terdapat beberapa komponen pada fasilitas pejalan kaki yang tergolong dalam kuadran I pada diagram kartesius yaitu komponen penerangan, kanopi, dan tempat sampah yang menjadi focus perbaikan pada Kawasan Dukuh Atas. Selain itu tingkat kepuasan pada kawasan ini menurut para responden komponen yang memiliki nilai kepuasan tertinggi adalah komponen gerai makan dan minum dan juga komponen wayfinding. Tingkat kepentingan pada kawasan ini menurut para responden yang memiliki nilai kepentingan tertinggi pada layanan jalur pejalan kaki dikawasan integrasi antarmoda Dukuh Atas adalah komponen penerangan, kanopi dan tempat sampah
P Public transportation is a crucial component of urban transport system management. The ongoing development of public transport infrastructure in Jakarta requires effective integration to facilitate seamless intermodal transfers for passengers. Therefore, applying integration-oriented design principles is essential to address poor connectivity regarding pedestrian pathways between modes. The Dukuh Atas area serves as a primary activity hub featuring an integrated intermodal transfer point, connecting four transport modes: TransJakarta, Commuter Line (KRL), Mass Rapid Transit (MRT), and Railink. Given the area's status as a business and public transport interchange hub, it is vital to consider the growth of activities, resulting trip generation, and the need for pedestrian facilities that link these modes. This study focuses on public perceptions regarding the importance of and user satisfaction with the components of pedestrian pathways in the Dukuh Atas area, aiming to identify priority areas for improvement. A quantitative descriptive approach was employed, utilizing Importance-Performance Analysis (IPA)—a method advantageous for formulating appropriate strategic management plans for future improvements. Primary data were collected via questionnaires distributed to users transferring between transport modes in the Dukuh Atas area. The results indicate that several pedestrian facility components—specifically lighting, canopies, and trash receptacles—fall into Quadrant I of the Cartesian diagram, marking them as key priorities for improvement. Regarding satisfaction, respondents rated food and beverage outlets and wayfinding systems the highest. In terms of importance, respondents identified lighting, canopies, and trash receptacles as the most critical components of the pedestrian pathway services within the Dukuh Atas intermodal integration zone