Pengukuran ekuitas merek dan usulan strategi pemasaran untuk sarung gajah duduk di PT. Pismatex
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2003
Pembimbing 1 : Tri Wulandari SD
Subyek : Marketing - Management;Industrial engineering;Production control
Kata Kunci : equity, brand, strategy proposal, marketing, elephant sitting sarong, PT. Pismatex
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2003_TA_STI_06398119_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2003_TA_STI_06398119_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2003_TA_STI_06398119_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2003_TA_STI_06398119_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2003_TA_STI_06398119_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2003_TA_STI_06398119_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2003_TA_STI_06398119_Bab-5_Analisa-Hasil-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 8. | 2003_TA_STI_06398119_Bab-6_Usulan-Peningkatan-Ekuitas-Merek.pdf |
|
|
| 9. | 2003_TA_STI_06398119_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2003_TA_STI_06398119_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2003_TA_STI_06398119_Lampiran.pdf |
|
P PT. Pismatex merupakan produsen sarung tenun merek Gajah Duduk yang sudah lama bersaing dalam industri tekstil. Ketatnya persaingan di industri ini ditandai dengan banyaknya produk-produk sejenis dengan karakteristik produk yang hampir sama dan memiliki nama serta logo yang mirip satu dengan lainnya. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu alat yang dapat membedakan produk-produk tersebut. Pembeda yang unik ini adalah merek. Karena merek adalah atribut suatu produk yang tidak bisa ditiru, berbeda dengan atribut fisik produk lainnya yang mudah sekali untuk ditiru. Selain itu merek merupakan aset terbesar bagi perusahaan yang dapat meningkatkan keuntungan. Oleh karena itu PT. Pismatex pelu mengetahui bagaimana ekuitas merek produknya ? Penelitian mengenai ekuitas merek tersebut dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk pengolahan lebih lanjut. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode Convenience Sampling dengan tempat tinggal dan pengaiaman membeli atau menggunakan sarung sebagai karakteristik pengendali. Pengolahan dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif yang meliputi : mean/rata-rata, frekuensi, dan persentase serta uji nonparametric Cochran test.Melalui riset deskriptif diperoleh hasil-hasil yang berkaitan dengan ekuitas merek, yaitu: [1] tingkat brand awareness untuk produk sarung Gajah Duduk cukup tinggi yaitu menempati urutan kedua di bawah pesaingnya, yaitu sarung Atlas dengan menempati urutan pertama pada top of mind, urutan ketiga pada brand recall, dan di urutan kedua untuk brand recognition. [2] Sumber informasi utama mengenai sarung Gajah Duduk diperoleh dari iklan di TV yaitu sebesar 83%, diikuti oleh informasi dari billboard (35%), dan keberadaan merek tersebut di tempat pembelian (33%), informasi dan anggota keluarga (28%), teman dan suami/istri masing-masing sebesar 24% dan 21%. [3] Tanggapan terhadap iklan sarung Gajah Duduk di TV ialah biasa saja (61,1%), menarik (24,2), dan kurang menarik (14,7%). [4] Urutan tingkat kepentingan atribut yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan atau pembelian produk sarung adalah corak sarung dengan nilai rata-rata 4.36, warna sarung (4.32), nyaman dipakai (4.24), harga (4.19), kain sarung halus dan tidak mudah kusut (4.10),tahan lama (3.97), ukuran sarung (3.95), kemudahan mendapatkan produk (3.93),promosi/iklan (3.23), serta kemasan menarik dan merek terkenal dengan nilai rata-rata 3,06. [5] Dan 11 asosiasi yang diuji terdapat 9 asosiasi yang membentuk brand image sarung Gajah Duduk, yaitu warna sarung menarik, corak sarung menarik, ukuran sarung cukup panjang dan lebar, kain sarung halus dan tidak mudah kusut, tahan lama, nyaman dipakai, kemasan yang menarik, merek yang terkenal, dan kemudahan mendapatkan produk. [6] Dalam perceived quality, sarung Gajah Duduk memperoleh total nilai rata-rata sebesar 3,87 yang menyebabkan Gajah Duduk berada di urutan ke dua di bawah sarung Atlas. [7] Pada bagian brand loyalty diperoleh hasil bahwa rata-rata konsumen sarung Gajah Duduk kadang-kadang berpindah merek karena faktor harga (switcher, 3.13), rata-rata konsumen sarung Gajah Duduk tidak setuju bahwa mereka membeli sarung tersebut karena kebiasaan (habitual buyer, 2.37), rata-rata konsumen sarung Gajah Duduk puas membeli atau memakai sarung Gajah Duduk (satisfied buyer, 3.47), rata-rata konsumen sarung Gajah Duduk menyukai dan memiliki hubungan emosional dengan sarung tersebut (liking the brand, 3.7), rata-rata konsumen sarung Gajah Duduk jarang menyarankan dan mempromosikan sarung tersebut kepada orang lain (committed buyer, 2,4), Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diberikan usulan mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ekuitas merek Gajah Duduk yang berupa : memposisikan diri sebagai produk yang berkualitas tinggidan memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi pemakainya. Meningkatkan kualitas produk dari beberapa segi, yaitu warna sarung, corak sarung, ukuran sarung, kehalusan kain sarung, kain sarung yang tahan lama, dan kemasan sarung. Menerapkan strategi perceived-value atau penetapan harga berdasarkan nilai yang dipersepsikan. Memperkuat sistem distribusi dengan menyalurkan produk sarung Gajah Duduk ke tempat-tempat pemasaran strategis sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan keberadaan sarung merek Gajah Duduk. Menambah frekuensi iklan di televisi agar lebih banyak konsumen yang mengetahui keberadaan sarung Gajah Duduk. Membuat tema iklan yang menarik dan unik sehingga konsumen menjadi antusias terhadap iklan tersebut hingga akhirnya membeli sarung Gajah Duduk. Membuat iklan dengan menonjolkan asosiasi-asosiasi dan keunggulan yang dimiliki sarung Gajah Duduk. Mengikutsertakan figur orang terkenal dalam pembuatan iklan yang ditayangkan di TV dengan tujuan menarik perhatian konsumen untuk menonton iklan tersebut sehingga pesan-pesan yang ingin disampaikan dapat tercapai. Menjadi sponsor kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan umat muslim.
P PT. Pismatex, a manufacturer of woven sarongs under the Gajah Duduk brand, has long competed in the textile industry. The intense competition in this industry is characterized by numerous similar products with nearly identical characteristics and similar names and logos. Therefore, a tool is needed to differentiate these products. This unique differentiator is the brand. A brand is a product attribute that cannot be imitated, unlike other physical product attributes that are easily imitated. Furthermore, a brand is a company's greatest asset, capable of increasing profits. Therefore, PT. Pismatex needs to determine its product's brand equity. Research on brand equity was conducted using a questionnaire to obtain the information needed for further analysis. The sampling method used was convenience sampling, with residence and experience purchasing or using sarongs as control characteristics. Analysis was carried out using descriptive statistics including mean/average, frequency, and percentage, as well as the nonparametric Cochran test.Through descriptive research, the results related to brand equity were obtained, namely: [1] the level of brand awareness for Gajah Duduk sarong products is quite high, namely ranking second below its competitors, namely Atlas sarongs, which are ranked first in top of mind, third in brand recall, and second in brand recognition. [2] The main source of information about Gajah Duduk sarongs is obtained from advertisements on TV, namely 83%, followed by information from billboards (35%), and the presence of the brand at the place of purchase (33%), information and family members (28%), friends and husbands/wives, respectively, at 24% and 21%. [3] Responses to Gajah Duduk sarong advertisements on TV are normal (61.1%), interesting (24.2%), and less interesting (14.7%). [4] The order of importance of attributes that are considered in selecting or purchasing sarong products is sarong pattern with an average value of 4.36, sarong color (4.32), comfortable to wear (4.24), price (4.19), smooth and not easily wrinkled sarong fabric (4.10), durable (3.97), sarong size (3.95), ease of obtaining the product (3.93), promotion/advertising (3.23), and attractive packaging and well-known brands with an average value of 3.06. [5] And 11 associations tested, there are 9 associations that form the brand image of Gajah Duduk sarongs, namely attractive sarong color, attractive sarong pattern, sarong size is long and wide enough, smooth and not easily wrinkled sarong fabric, durable, comfortable to wear, attractive packaging, well-known brands, and ease of obtaining the product. [6] In perceived quality, Gajah Duduk sarongs obtained a total average value of 3.87 which caused Gajah Duduk to be in second place under Atlas sarongs. [7] In the brand loyalty section, the results show that the average Gajah Duduk sarong consumer sometimes switches brands due to price factors (switcher, 3.13), the average Gajah Duduk sarong consumer does not agree that they buy the sarong out of habit (habitual buyer, 2.37), the average Gajah Duduk sarong consumer is satisfied buying or wearing the Gajah Duduk sarong (satisfied buyer, 3.47), the average Gajah Duduk sarong consumer likes and has an emotional connection with the sarong (liking the brand, 3.7), the average Gajah Duduk sarong consumer rarely recommends and promotes the sarong to others (committed buyer, 2.4), Based on the results of the study, suggestions can be made regarding efforts that can be made to increase Gajah Duduk brand equity, namely: positioning itself as a high-quality product and providing a sense of pride for the wearer. Improving product quality from several aspects, namely sarong color, sarong pattern, sarong size, sarong fabric smoothness, durable sarong fabric, and sarong packaging. Implementing a perceived-value strategy or pricing based on perceived value. Strengthen the distribution system by distributing Gajah Duduk sarong products to strategic marketing locations to increase awareness of the existence of Gajah Duduk brand sarongs. Increase the frequency of television advertising so that more consumers are aware of the existence of Gajah Duduk sarongs. Create interesting and unique advertising themes so that consumers become enthusiastic about the advertisement and ultimately buy Gajah Duduk sarongs. Create advertisements that highlight the associations and advantages of Gajah Duduk sarongs. Involve famous figures in making advertisements that are broadcast on TV with the aim of attracting consumer attention to watch the advertisement so that the messages to be conveyed can be achieved. Become a sponsor of activities related to Muslims.