Variasi pola gigitan sebagai sarana awal investigasi
Nomor Panggil : 614.1 SIL v
Penerbit : FKG - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Djohansjah Lukman
Subyek : Dental jurisprudence
Kata Kunci : variation of the bite-marks evidence, the investigation of crime
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_KG_04099222_Halaman-judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_KG_04099222_Lembar-pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_KG_04099222_Bab-1-Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_KG_04099222_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_KG_04099222_Bab-3-Pembahasan.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_KG_04099222_Bab-4-Kesimpulan-dan-saran.pdf | ||
| 7. | 2004_TA_KG_04099222_Daftar-pustaka.pdf |
V Variasi bukti bekas gigitan telah dapat diterima sebagai alat yang kuatdalam investigasi kriminal. Bekas gigitan manusia dapat ditemukan lebihsering dalam kasus pembunuhan. Ketika telah berisi cukup bukti yangdetail, bekas gigitan dapat digunakan untuk menemukan identitaspenggigit. Skripsi ini mempersembahkan kasus dimana bekas gigitandapat digunakan sebagai bukti utama di dalam investigasi pembunuhan.Sebagai tambahan dalam bidang kedokteran gigi forensik perlu dikenalicara pendekatan bekas gigitan karena dapat menjadi sinyal utama dalampenyiksaan.
V Variation of the bite-mark evidence has become accepted as a powerfultool in the investigation of crime. Human bite marks are found mostfrequently in cases of murder, child abuse. When they contain sufficientdetail, bite marks may be used to establish the identity of the biter. Thisscription presents cases in which bite marks have provided majorevidence in homicide investigations. In addition, the forensic odontologistneed to learn the appearance of bite marks because they may be aprimary sign of abuse.