Analisis putusan banding dalam sengketa pph badan koreksi fiskal negatif dari transaksi pinjaman tanpa bunga pihak afiliasi wajib pajak badan dalam negeri
Pembimbing 3 : Dian Tri Handayani
Penerbit : FEB - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Etty Murwaningsari
Kata Kunci : Deemed Interest Expenses; Interest-Free Loan; Negative Fiscal Correction; Related Parties; Tax Court
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2025_TS_MAK_123012311051_Halaman-Judul.pdf | 14 | |
| 2. | 2025_TS_MAK_123012311051_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2025_TS_MAK_123012311051_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2025_TS_MAK_123012311051_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2025_TS_MAK_123012311051_Lembar-Pengesahan.pdf | 4 | |
| 6. | 2025_TS_MAK_123012311051_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2025_TS_MAK_123012311051_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2025_TS_MAK_123012311051_Bab-1.pdf | 24 | |
| 9. | 2025_TS_MAK_123012311051_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2025_TS_MAK_123012311051_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2025_TS_MAK_123012311051_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2025_TS_MAK_123012311051_Bab-5.pdf | 7 | |
| 13. | 2025_TS_MAK_123012311051_Daftar-Pustaka.pdf | 4 | |
| 14. | 2025_TS_MAK_123012311051_Lampiran.pdf |
|
P Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya sengketa terkait koreksi fiskal negatif atas pinjaman tanpa bunga, menganalisis pola argumen yang disampaikan oleh direktorat jenderal pajak (djp) dan wajib pajak dalam proses banding di pengadilan pajak, serta merumuskan rekomendasi yang dapat meningkatkan efektivitas penyelesaian sengketa dan memperbaiki tingkat kemenangan djp. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui analisis isi terhadap putusan banding pengadilan pajak yang diucapkan selama periode 2020–2024, didukung dengan telaah regulasi, literatur, dan data sekunder yang relevan. hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa muncul terutama karena perbedaan penafsiran terhadap prinsip kewajaran dan kelaziman usaha, di mana djp mendasarkan koreksinya pada ketentuan formal seperti pasal 12 pp 94 tahun 2010, sedangkan wajib pajak berargumen bahwa pinjaman tanpa bunga merupakan keputusan bisnis internal yang wajar dan tidak menimbulkan penghindaran pajak karena terjadi antar entitas domestik. analisis terhadap putusan menunjukkan bahwa majelis hakim menilai berdasarkan substansi ekonomi, kelaziman usaha, dan kelengkapan dokumen, sementara kelemahan utama djp terletak pada kurangnya pembuktian yang kuat sehingga tingkat kemenangan djp relatif rendah. kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa diperlukan pedoman teknis yang lebih jelas, peningkatan kualitas dokumentasi dan argumentasi dari djp, serta upaya wajib pajak untuk melengkapi bukti dan penjelasan bisnisnya, sementara pembuat kebijakan disarankan untuk memperbaiki regulasi guna mengurangi multitafsir dan mencegah sengketa serupa di masa mendatang.
T This study aims to identify the underlying causes of disputes related to negative fiscal corrections on interest-free loans between affiliated parties, analyze the patterns of arguments presented by the directorate general of taxes (dgt) and taxpayers as disputing parties in the appeal process at the tax court, and formulate recommendations to enhance the effectiveness of dispute resolution and improve dgt’s success rate. this research employs a qualitative case study approach through content analysis of 31 tax court appeal decisions delivered between2020–2024, supported by interviews with key informants, regulatory reviews, and other relevant literature. the findings reveal that disputes primarily arise from differing interpretations of the arm’s length principle and business reasonableness. the dgt bases its corrections on formal provisions, such as article 12 of government regulation no. 94 of 2010, while taxpayers argue that interest-free loans constitute reasonable internal business decisions that do not lead to tax avoidance, given that they occur between domestic entities. the analysis of court decisions shows that the panel of judges tends to assess cases based on economic substance, business normality, and the completeness of documentation. meanwhile, the dgt’s main weakness lies in insufficient substantiation, resulting in a relatively low success rate. this study concludes that clearer technical guidelines, improved documentation and argumentation by the dgt, and enhanced evidence and business explanations from taxpayers are essential. furthermore, policymakers are advised to refine regulations to reduce ambiguity and prevent similar disputes in the future.