DETAIL KOLEKSI

Konstruksi hukum pidana dalam konflik geothermal antara masyarakat dan pemerintah daerah di Poco leok Provinsi Nusa Tenggara Timur


Oleh : Gabriela Andriyani Jaiheno

Info Katalog

Subyek : CRIMINAL LAW;GEOTHERMAL RESOURCES

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2025

Pembimbing 1 : Maria Silvya E. Wangga

Kata Kunci : criminal law construction, geothermal conflict, community, ecological justice

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2025_TS_MHK_110012300038_Halaman-Judul.pdf 11
2. 2025_TS_MHK_110012300038_Lembar-Pengesahan.pdf 4
3. 2025_TS_MHK_110012300038_Bab-1.pdf 39
4. 2025_TS_MHK_110012300038_Bab-2.pdf
5. 2025_TS_MHK_110012300038_Bab-3.pdf 7
6. 2025_TS_MHK_110012300038_Bab-4.pdf
7. 2025_TS_MHK_110012300038_Bab-5.pdf 5
8. 2025_TS_MHK_110012300038_Daftar-Pustaka.pdf 5
9. 2025_TS_MHK_110012300038_Lampiran.pdf

( (E) Penelitian ini membahas konstruksi hukum pidana dalam konflik pemanfaatan sumber daya panas bumi (geothermal) di Poco, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang melibatkan masyarakat lokal dan pemerintah daerah. Konflik tersebut mencerminkan ketegangan antara kepentingan pembangunan energi terbarukan dengan perlindungan hak-hak masyarakat adat atas tanah ulayat dan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hukum pidana dikonstruksi dan digunakan dalam konteks konflik tersebut, serta sejauh mana peranannya dalam menyelesaikan atau memperparah ketegangan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi hukum pidana dalam konflik ini sering kali digunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan, di mana kriminalisasi terhadap aktivis atau warga penolak proyek geothermal terjadi tanpa memperhatikan prinsip keadilan restoratif dan hak atas partisipasi publik. Selain itu, terdapat kekosongan dan disharmoni regulasi antara hukum nasional dan kearifan lokal yang menyebabkan lemahnya perlindungan hukum terhadap masyarakat adat. Dalam penyelesaian konflik Geothermal antara Masyarakat dan pemerintah, pemilihan opsi penyelesaian hukum pidana khusus, yakin melalui peraturan sanksi hukum administratif yang bisa ditemukan dalam hukum adat daerah setempat. Penelitian ini merekomendasikan adanya reformulasi kebijakan hukum pidana dalam konteks konflik sumber daya alam, dengan menekankan pendekatan dialogis, inklusif, dan berbasis keadilan ekologis. Perlunya integrasi hukum adat dalam sistem peradilan nasional juga menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang untuk menghindari kriminalisasi yang tidak proporsional terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak-haknya secara damai.

T This research discusses the construction of criminal law in the conflict over the utilisation of geothermal resources in Poco, East Nusa Tenggara Province, involving local communities and the local government. The conflict reflects the tension between the interests of renewable energy development and the protection of indigenous peoples' rights to customary land and the environment. This research aims to examine how criminal law is constructed and used in the context of the conflict, as well as the extent of its role in resolving or exacerbating social tensions. The method used in this research is normative legal research method with data collection through document study, interview, and field observation. The results show that the construction of criminal law in this conflict is often used as a means of legitimising power, where the criminalisation of activists or residents resisting the geothermal project occurs without regard to the principles of restorative justice and the right to public participation. In addition, there is a regulatory vacuum and disharmony between national law and local wisdom that causes weak legal protection for indigenous peoples. In resolving Geothermal conflicts between communities and the government, the selection of special criminal law resolution options, sure through administrative law sanctions regulations that can be found in local customary law. This research recommends a reformulation of criminal law policy in the context of natural resource conflicts, emphasising dialogical, inclusive and ecological justice-based approaches. The need for integration of customary law in the national justice system is also an important part of a long-term solution to avoid disproportionate criminalisation of communities fighting for their rights peacefully.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?