DETAIL KOLEKSI

Usulan peningkatan pelayanan untuk memenuhi kepuasan konsumen dalam rangkameningkatkan penjualan roti tawar pada PT. Terang Jaya Bakery


Oleh : Deasy

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2000

Pembimbing 1 : Roesmina Darwis

Subyek : Human services - Management;Facility management

Kata Kunci : service improvement, customer satisfaction, sales, white bread, PT. Terang Jaya Bakery

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2000_TA_STI_06396070_Halaman-Judul.pdf 21
2. 2000_TA_STI_06396070_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2000_TA_STI_06396070_Bab-1_Pendahuluan.pdf 4
4. 2000_TA_STI_06396070_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2000_TA_STI_06396070_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2000_TA_STI_06396070_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2000_TA_STI_06396070_Bab-5_Analisa-Hasil-Pengolahan-Data.pdf
8. 2000_TA_STI_06396070_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 6
9. 2000_TA_STI_06396070_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2000_TA_STI_06396070_Lampiran.pdf

P PT. Terang Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan. Produk yang dihasilkan perusahaan saat ini adalah roti tawar, roti manis dan -kue-kue kering. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1972 dan terus mengalami perkembangan yang cukup pesat, hal ini disebabkan karena di daerah kebayoran-lama tidak terdapat pabrik roti. Pada tahun 1999, perusahaan mulai mengalami penurunan atas tingkat penjualan roti tawar yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti konsumen/pelanggan mulai bosan dengan roti tawar, karena waktu itu tidak ada alternatif roti yang lain dan mulai banyaknya perusahaan pesaing yang muncul. Maka untuk dapat mengetahui mengapa mulai terjadi penurunan penjualan atas roti tawar digunakan prinsip TQM yang usahanya berfokus pada kepuasan konsumen/pelanggan. Penerapan TQM ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat utama seperti meningkatnya penjualan atas roti tawar dan meningkatkan laba perusahaan serta daya saing perusahaan yang bersangkutan. Pengukuran yang dilakukan adalah untuk mengetahui sejauh mana kepuasan dan kepentingan konsumen/pelanggan terhadap roti tawar yang dihasilkan oleh perusahaan. Pertama dilakukan penyebaran kuesioner pendahuluan terhadap responden yang dianggap cukup representatif dalam menjawab pertanyaan. Setelah itu dilakukan lagi penyebaran kuesioner" yang kedua dengan menggunakan skala Likert mengenai tingkat kepuasan dan kepentingan konsumen/pelanggan terhadap kriteria-kriteria roti tawar yang telah ditentukan. Dilakukan uji validitas terhadap hasil kuesioner tersebut untuk menguji kelayakan data. Setelah semua data valid maka dilakukan uji reliabilitas untuk mengetahui sejauh mana kuestoner ini dapat diandalkan. Apabila data-data telah reliabel barulah dapat digunakan untuk perhitungan bobot dan pembuatan diagram kartesius. Dan hasil analisa yang didapat, faktor utama yang menjadi perhatian perusahaan adalah mengenai tanggal produksi dan bentuk roti. Tanggal produksi sebaiknya diberikan pada kemasan agar konsumen/pelanggan dapat mengetahui apakah roti tawar yang dikonsumsinya masih layak untuk dimakan/tidak. Untuk bentuk roti, konsumen/pelanggan menginginkan variasi bentuk yang lain, oleh karena itu perusahaan dapat memenuhi harapan pelanggan dengan membuat variasi bentuk seperti segi empat, bulat atau yang lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tempat.

P PT. Terang Jaya is a company engaged in food production. The products currently produced by the company are white bread, sweet bread and pastries. The company was founded in 1972 and continues to experience quite rapid development, this is because in the Kebayoran Lama area there is no bakery. In 1999, the company began to experience a decline in the level of white bread sales which can be caused by several factors such as consumers/customers starting to get bored with white bread, because at that time there were no other bread alternatives and the emergence of many competing companies. So to be able to find out why the decline in white bread sales began, the TQM principle was used which focuses on consumer/customer satisfaction. The implementation of TQM is expected to provide several main benefits such as increasing sales of white bread and increasing company profits and the company's competitiveness. The measurement carried out was to determine the extent of consumer/customer satisfaction and interest in the white bread produced by the company. First, a preliminary questionnaire was distributed to respondents who were considered quite representative in answering the questions. Afterward, a second questionnaire was distributed using a Likert scale to assess consumer satisfaction and customer preference for the predetermined white bread criteria. A validity test was conducted on the questionnaire results to assess the appropriateness of the data. Once all data was validated, a reliability test was conducted to determine the reliability of the questionnaire. Once the data was reliable, it could be used to calculate weights and create a Cartesian diagram. The analysis revealed that the primary factors the company focused on were the production date and shape of the bread. The production date should be displayed on the packaging so consumers can determine whether the white bread they are consuming is still edible. Consumers often prefer different shapes, so the company can meet customer expectations by creating various shapes, such as rectangular, round, or other shapes, tailored to their needs and location.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?