Usulan penentuan interval penggantian pencegahan dan interval waktu pemeriksaan serta perencanaan persediaan optimal komponen kritis mesin tenun pada departemen weaving II di PT Sandratex
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2000
Pembimbing 1 : Sumiharni RHB
Subyek : Textile industry;Industrial management;Production process
Kata Kunci : replacement interval, prevention, interval, inspection, planning, optimal inventory, critical compon
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2000_TA_STI_06395316_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2000_TA_STI_06395316_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2000_TA_STI_06395316_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2000_TA_STI_06395316_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2000_TA_STI_06395316_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2000_TA_STI_06395316_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2000_TA_STI_06395316_Bab-5_Analisa.pdf |
|
|
| 8. | 2000_TA_STI_06395316_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2000_TA_STI_06395316_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2000_TA_STI_06395316_Lampiran.pdf |
|
P PT. Sandratex adalah salah satu perusahan yang bergerak di bidang industri tekstil yang memproduksi mulai dari benang, kain setengah jadi (kain grey) hingga kain jadi. Untuk memproduksi kain setengah jadi, salah satu mesin yang digunakan adalah mesin tenun. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah apabila komponen kritis pada mesin kritis pada mesin tenun mengalami kerusakan maka mesin ini akan berhenti dan produksi menjadi terhambat sehingga menyebabkan target total produksi menjadi terhambat. Selain itu juga terdapat masalah yaitu belum adanya suatu perencanaan persediaan yang optimal terhadap komponen kritis sehingga menyebabkan tidak tersedianya cadangan komponen kritis saat dibutuhkan. Untuk mengatasi hal itu maka dibuat suatu usulan penetuan jumlah frekuensi pemeriksaan dan interval penggantian pencegahan dengan menggunakan kriteria minimasi downtime agar dapat mengurangi jumlah kerusakan dan dapat meminimalkan nilai downtime serta meningkatkan nilai availability. Juga untuk mengatasi masalah persediaan komponen dilakukan dengan membuat usulan jumlah pemesanan optimal (EOQ) dengan perhitungan total biaya persediaannya. Langkah pertama yang dilakukan adala menentukan mesin yang frekuensi kerusakannya paling tinggi yaitu mesin tenun yang berjumlah 120 mesin, dengan jumlah kerusakan 425 kerusakan dengan persentase kerusakan sebesar 92,19 % yang diambil selama satu tahun dari bulan Juli 1998 sampai dengan bulan Juni 1999. Mesin tenun ini dibagi menjadi dua jenis yaitu mesin tenun jenis Crank dan CAM. Dari kedua jenis ini ditentukan mesin kritis dengan metode ABC yaitu mesin yang termasuk pada Kelas A. Mesin kritis pada mesin tenun jenis Crank adalah mesin tenun dengan no mesin 212, 410, 1211, 808, 810, dan 811, sedangkan pada mesin tenun jenis CAM yaitu mesin tenun dengan no mesin 403, 603, 104, 106, dan 404. Kemudian menentukan jenis kerusakan jenis kerusakan utama mesin ini, dengan membuat diagram pareto dan diketahui komponen kritis dari mesin tenun jenis Crank yaitu berturut-turut yaitu Timing Belt, Timing Belt, Timing Belt, Timing Belt, Timing Belt, dan Timing Belt, sedangkan untuk jenis CAM berturut-turut adalah Timing Belt, Under Wire Set, Under Wire Set, Timing Belt, Under Wire Set, dan Timing Belt. Selanjutnya dilakukan uji kecocokan distribusi untuk waktu antar kerusakan dan waktu perbaikan yaitu untuk distribusi Eksponensial, Lognormal, Normal, dan Weibull. Kemudian melakukan perhitungan interval penggantian pencegahan dan interval waktu pemeriksaan yang optimal dengan kriteria minimasi downtime. Dari hasil di atas maka diperoleh tingkat ketersediaan total untuk mesin tenun jenis Crank dan CAM. Untuk perencanaan persediaan komponen, dilakukan penentuan jumlah pemesanan optimal untuk masing-masing komponen kritis dengan metode EOQ. Setelah itu menghitung total biaya persediaan komponen kritis untuk masing-masing komponen kritis pada mesin tenun jenis Crank dan CAM untuk kurun waktu satu tahun.
P PT. Sandratex is a company engaged in the textile industry that produces everything from yarn, semi-finished fabric (grey fabric) to finished fabric. To produce semi-finished fabric, one of the machines used is a weaving machine. The problem faced by the company is that if a critical component on a critical machine on a weaving machine is damaged, this machine will stop and production will be hampered, causing the total production target to be hampered. In addition, there is also a problem that there is no optimal inventory planning for critical components, resulting in the unavailability of critical component reserves when needed. To overcome this, a proposal was made to determine the number of inspection frequencies and preventive replacement intervals using downtime minimization criteria in order to reduce the number of damages and can minimize downtime values ​​and increase availability values. Also to overcome component inventory problems, an optimal order quantity (EOQ) proposal was made by calculating the total inventory cost. The first step taken was to determine the machine with the highest frequency of damage, namely 120 weaving machines, with a total of 425 damages with a damage percentage of 92.19% taken over one year from July 1998 to June 1999. These weaving machines are divided into two types, namely Crank and CAM type weaving machines. From these two types, the critical machine is determined using the ABC method, namely the machine included in Class A. The critical machine on the Crank type weaving machine is the weaving machine with machine number 212, 410, 1211, 808, 810, and 811, while on the CAM type weaving machine, it is the weaving machine with machine number 403, 603, 104, 106, and 404. Then determine the type of damage to the main types of damage to this machine, by making a Pareto diagram and knowing the critical components of the Crank type weaving machine, namely Timing Belt, Timing Belt, Timing Belt, Timing Belt, and Timing Belt, while for the CAM type, respectively, are Timing Belt, Under Wire Set, Under Wire Set, Timing Belt, Under Wire Set, and Timing Belt. Next, a distribution suitability test is carried out for the time between damage and repair time, namely for Exponential, Lognormal, Normal, and Weibull distributions. Then calculate the optimal preventive replacement interval and inspection time interval with downtime minimization criteria. The results above provide the total availability level for crank and CAM weaving machines. For component inventory planning, the optimal order quantity for each critical component is determined using the EOQ method. The total inventory cost for each critical component on crank and CAM weaving machines is then calculated for a one-year period.