Usulan peningkatan kepuasan kerja dengan mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan pada divisi produksi PT. Showpla Indo
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2003
Pembimbing 1 : Andri Bagio Satrio
Subyek : Leadership;Job satisfaction;Personnel management;Customer services - Quality control
Kata Kunci : job satisfaction, factors, job satisfaction, employees, production division, PT. Showpla Indo
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2003_TA_STI_06398034_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2003_TA_STI_06398034_Lembar-Pengesahan.pdf | 3 | |
| 3. | 2003_TA_STI_06398034_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2003_TA_STI_06398034_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2003_TA_STI_06398034_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2003_TA_STI_06398034_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2003_TA_STI_06398034_Bab-5_Analisa-Data.pdf |
|
|
| 8. | 2003_TA_STI_06398034_Bab-6_Usulan-Perbaikan.pdf |
|
|
| 9. | 2003_TA_STI_06398034_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2003_TA_STI_06398034_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2003_TA_STI_06398034_Lampiran.pdf |
|
S Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalarn perusahaan. Meskipun pada masa sekarang ini telah banyak ditemukan mesin-mesin canggih dan robot-robot yang bisa rnenggantikan posisi manusia dalarn bekeija, tetap harus ada manusia yang memegang peranan didalam menjalankan atau mengaktifkan mesin dan robot-robot tersebut. Manusia bisa diminimalisasikan dalam perusahaan tetapi tidak bisa dihilangkan sama sekali peranannya, karena cumber daya manusia merupakan elemen yang paling strategis dalarn suatu perusahaan atau organisasi. Peningkatan produktivitas kerja hanya mungkin dilakukan oleh manusia. Perusahaan dapat berjalan dengan baik apabila memiliki tenaga kerja yang berkualitas dan mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. Namun kualitas manusia dapat menurun dengan sendirinya apabila is tidak merasakan kepuasan dalarn pekerjaannya yang menyebabkan karyawan merasa enggan dalarn melakukan pekerjaannya dengan baik dan optimal. Kepuasan kerja merupakan penilaian atau cenninan dan perasaan pekerja terhadap pekerjaannya. Hal ini tampak dalarn sikap positif pekerja terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi lingkungan kerjanya. PT. Showpla ludo adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang injection & blow molding, yang sampai saat ini belurn pernah melakukan pengukuran kepuasan kerja pada perusahaannya. Meskipun telah memiliki mesin-mesin yang canggih serta sudah menggunakan robot dalam melakukan produksi, PT. Showpla ludo masili menggunakan banyak tenaga manusia untuk memegang peranan dalarn produksi. Jumlah tenaga kerja yang terbesar terdapat pada divisi produksi sekitar 695 orang tenaga kerja, dan itu merupakan jurnlah tenaga kerja yang sangat besar. Sebagian besar karyawan divisi produksi memegang jabatan operator, dimana karyawan terbesarnya adalah karyawan wanita dan rata-rata karyawan sudah rnenikalt, dengan rata-rata usia 25-31 tahun dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA dan sebagian besar karyawan telah bekerja pada perusahaan selama 4-6 tahun. Dimana penelitian dilakukan untuk karyawan dibawah jabatan manager, yaitu senior supervisor, supervisor, leader, adrninistrasi hingga operator Untuk mengukur tingkat kepuasan kerja 1:aryawan, digunakan kuesioner Minnesotta Satisfaction Questionnaire, dimana kusioner ini terdiri dari 20 faktor kepuasan kerja, dan setelah dilakukan penelitian awal, karyawan menambahkan faktor kepuasan kerja menjadi 22 faktor, dimana faktor-faktor diukur dengan rnemperhitungkan tingkat kepentingan dan kepuasan karyawan. Kemudian setelah diolah lobAr lanjut, dapat diperoleh hasil bahwa kepuasan keseluruhan dari faktor-faktor kepuasan kerja karyawan divisi produksi tersebut berada dalarn kategori netral (cukup puas) dan tidak puas dimana faktor-faktor tersebut merniliki tingkat kepentingan yang tinggi. Untuk tingkat kepentingan, sebagian besar faktor dianggap penting bagi karyawan. Sedangkan untuk tingkat kepuasan diperoleh enarn faktor yang belurn terpenuhi kepuasannya bagi karyawan, antara lain kebijakan perusahaan, kompensasi/irnbalan, pengakuan/penghargaan, kondisi kerja, fa.silitas, dan komunikasi/keterbukaan. Keenambelas faktor yang lainnya sudah cukup terpenuhi bagi karyawan rneskiptm belum memberikan kepuasan sepenuhnya. Setelah faktor-faktor biografis tersebut diolah menggunakan metode koefisien korelasi, regresi, uji crosstab, uji kruskall-wallis dan analisa kuadran (peta kepentingan dan kepuasan) disimpulkan bahwa faktor komunikasi, kondisi kerja, promosi dan kompensasi merupakan faktor-faktor yang belum terpenuhi kepuasannya. BTxdasarkair basil yang diperoleh dari pengolahan data dan analisa, maka penulis memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan khususnya karyawan divisi produksi.
H Human resources are a crucial factor in any company. Although sophisticated machines and robots have been invented to replace humans, humans must still play a role in operating and activating these machines and robots. Human resources can be minimized within a company, but their role cannot be completely eliminated, as human resources are the most strategic element in a company or organization. Increasing work productivity is only possible through human resources. A company can run well if it has a qualified workforce capable of performing its work well. However, human quality can decline if it does not feel satisfied with its work, causing employees to feel reluctant to perform their work well and optimally. Job satisfaction is an assessment or reflection of workers' feelings towards their work. This is evident in workers' positive attitudes towards their work and everything they face in their work environment. PT. Showpla Ludo is a company engaged in the injection & blow molding sector, which has never measured job satisfaction in its company. Despite having sophisticated machines and using robots in production, PT. Showpla ludo still uses a lot of human labor to play a role in production. The largest number of workers is in the production division of around 695 workers, and that is a very large number of workers. Most of the production division employees hold operator positions, where the largest number of employees are female employees and the average employee is already a veteran, with an average age of 25-31 years with the highest level of education being high school and most employees have worked at the company for 4-6 years. Where the research was conducted for employees below the managerial position, namely senior supervisors, supervisors, leaders, administration to operators To measure the level of job satisfaction of 1: employees, the Minnesota Satisfaction Questionnaire questionnaire was used, where this questionnaire consists of 20 job satisfaction factors, and after initial research, employees added job satisfaction factors to 22 factors, where factors were measured by taking into account the level of importance and employee satisfaction. Then, after further processing, the results obtained show that the overall satisfaction of the job satisfaction factors of the production division employees is in the neutral (quite satisfied) and dissatisfied categories where these factors have a high level of importance. For the level of importance, most factors are considered important for employees. Meanwhile, for the level of satisfaction, six factors have not been met by employees, including company policies, compensation/rewards, recognition/appreciation, working conditions, facilities, and communication/openness. The other sixteen factors have been met sufficiently for employees but have not provided full satisfaction. After the biographical factors were processed using the correlation coefficient method, regression, crosstab test, Kruskall-Wallis test and quadrant analysis (interest and satisfaction map), it was concluded that communication, working conditions, promotion and compensation are factors that have not been met by employees. Based on the results obtained from data processing and analysis, the author provides suggestions for improvements to increase employee job satisfaction, especially for production division employees.