Penerapan sistem penilaian prestasi kerja karyawan dengan menggunakan metodebehaviorally anchored rating scale pada PT. Tri Usaha Tama Securities
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2003
Pembimbing 1 : Dorina Hetharia
Subyek : Personal management;Performance - Measurement;Industrial management;Personal management;Human engineering
Kata Kunci : assessment system, employee work performance, behaviorally anchored rating scale method, PT. Tri Usa
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2003_TA_STI_06398273_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2003_TA_STI_06398273_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2003_TA_STI_06398273_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2003_TA_STI_06398273_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2003_TA_STI_06398273_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2003_TA_STI_06398273_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan.pdf |
|
|
| 7. | 2003_TA_STI_06398273_Bab-5_Analisa-Penerapan-Sistem.pdf |
|
|
| 8. | 2003_TA_STI_06398273_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2003_TA_STI_06398273_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2003_TA_STI_06398273_Lampiran.pdf |
|
P PT. TRUST Securities merupakan perusahaan yang bergerak di bidang stockbroking business. Sejak perusahaan ini berdiri sampai sekarang, perusahaan belum pernah melakukan penilaian prestasi kerja kepada karyawan-karyawannya. Masalah mendasar dan tidak berjalaimya penilaian prestasi kerja karyawan ini adalah tidak adanya bagian personalia yang mengatur hal ini, juga disebabkan karena kualitas sumber daya manusia untuk menjalankannya memerlukan pendidikan dan pelatihan serta pembinaan untuk mencapai prestasi kerja yang diharapkan. Peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini adalah perpindahan karyawan dari divisi back _office ke diviSi front _office dengan perintah langsung dan direksi tanpa sepengetahuan manajei clivisinya Hal tersebut menimbulkan ketidakpuasan dan din karyawan pribadi, dan juga manajer divisi yang bersangkutan sebagai atasan langsung. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam merancang sistem penilaian prestasi kerja karyawan ini yaitu mempelajari iklim organisasi perusahaan, mengumpulkan keterangan melalui kuesioner dari karyawan di direktorat pemasaran tentang penilaian prestasi kerja serta mengumpulkan data/informasi mengenai kondisi di direktorat pemasaran melalui wawancara dengan manajer pemasaran dan direktur utama. Setelah itu ditentukan metode BARS untuk digunakan dalam merancang formulir penilaian prestasi kerja karyawan, sistem penilaian yang bersifat terbuka, jangka waktu penilaian setahun sekali, serta penilaian dilakukan oleh dua penilai yaitu atasan langsung dan .atasan dan atasan langsung. Pada tahap selanjutnya difakukan pengumpulan deslcripsi jabatan karyawan Tart masing-masing divisi yang kemudian dikembangkan melalui diskusi balk dengan para karyawan, manajer divisi, dan direksi untuk menentukan kriteria penilaian. Penyebaran kuesioner kepada manajer divisi back office, manajer front office, dan direksi serta berdiskusi dengan mereka untuk menentukan bobot kriteria penilaian. Dan hasil penyebaran kuesioner ini diperoleh bobot penilaian untuk kriteria kedisiplianan, prestasi kerja, keiujuran, kerjasama, inisiatif, kepemimpinan, dan loyalitas adalah 13%, sedangkan kriteria keahlian _9%. Dan ranCangan -Icuesioner in,, iangkah berikutnya adalah melakukan penilaian kerja terhadap masing-masing karyawan yang dilakukan oleh atasan langsung karyawan, yaitu manajer divisi, dan direksi sebagai atasan dari atasan langsung karyawan. Selanjutnya dilakukan analisa tentang nilai yang diperoleh karyawan dan penilaian ini. Kesimpulannya bahwa sistem penilaian prestasi kerja yang diusulkain menggunakan delanan _kriteria penilaian untuk menilai prestasi kerja karyawan di PT. TRUST Securities yaitukedisiplinan, prestasi kerja, kejujuran, kerjasama, -inisiatif, kepemimpinan, loyalitas, dan keahlian. Sistem ini juga mencakup pedoman pelaitsanaan dan tatacara penilaian prestasi kerja karvawan, deskripsi perilaku --kerja lcritis untuk masing-masing skala kriteria penilaian, hasit penilaian karyawan serta kolom urripan balik penilai dan karyawan yang dinilai.
P PT. TRUST Securities is a company engaged in the stockbroking business. Since the company was founded until now, the company has never conducted a performance appraisal for its employees. The fundamental problem and the failure to implement this employee performance appraisal is the absence of a personnel department that regulates this, also due to the quality of human resources to carry it out requiring education and training as well as coaching to achieve the expected work performance. The incident that occurred recently was the transfer of employees from the back office division to the front office division with direct orders and directors without the knowledge of the division management. This caused dissatisfaction and din of the employees themselves, and also the division manager concerned as their direct superior. The stages carried out in designing this employee performance appraisal system are studying the company's organizational climate, collecting information through questionnaires from employees in the marketing directorate about performance appraisals and collecting data/information regarding conditions in the marketing directorate through interviews with the marketing manager and the president director. After that, the BARS method was determined to be used in designing the employee performance appraisal form, an open assessment system, an assessment period of once a year, and the assessment was carried out by two assessors, namely the direct superior and the immediate superior. In the next stage, the collection of job descriptions of Tart employees in each division was carried out which were then developed through discussions with employees, division managers, and directors to determine the assessment criteria. Questionnaires were distributed to back office division managers, front office managers, and directors and discussed with them to determine the weight of the assessment criteria. And the results of this questionnaire distribution obtained the assessment weight for the criteria of discipline, work performance, honesty, cooperation, initiative, leadership, and loyalty was 13%, while the expertise criteria was 9%. And in the questionnaire design, the next step was to conduct a work assessment of each employee carried out by the employee's direct superior, namely the division manager, and the directors as the superior of the employee's direct superior. Next, an analysis was carried out on the values ​​obtained by the employees and this assessment. In conclusion, the proposed performance appraisal system uses eight assessment criteria to assess employee performance at PT. TRUST Securities, namely discipline, work performance, honesty, cooperation, initiative, leadership, loyalty, and expertise. This system also includes guidelines for implementing and assessing employee performance, descriptions of critical work behaviors for each assessment criteria scale, employee assessment results, and feedback columns for assessors and employees being assessed.