Perancangan kampanye sosial memberikan penyadaran baru tentang people pleaser di kalangan mahasiswa Kota Jakarta
Pembimbing 3 : Cavin Joo Dauneeaaron
Subyek : Advertising campaign - design
Penerbit : FSRD - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Sangayu K Laksemi N
Pembimbing 2 : Agung Eko Budiwaspada
Kata Kunci : People pleasing, Mutual assistance, Awareness campaign, University students, Personal Boundaries, Me
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2025_TS_MDP_191212300001_Halaman-Judul.pdf | 14 |
|
| 2. | 2025_TS_MDP_191212300001_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2025_TS_MDP_191212300001_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2025_TS_MDP_191212300001_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | ||
| 5. | 2025_TS_MDP_191212300001_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2025_TS_MDP_191212300001_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2025_TS_MDP_191212300001_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | ||
| 8. | 2025_TS_MDP_191212300001_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2025_TS_MDP_191212300001_Bab-2.pdf | 43 |
|
| 10. | 2025_TS_MDP_191212300001_Bab-3.pdf | 9 |
|
| 11. | 2025_TS_MDP_191212300001_Bab-4.pdf | 56 |
|
| 12. | 2025_TS_MDP_191212300001_Bab-5.pdf | 4 | |
| 13. | 2025_TS_MDP_191212300001_Daftar-Pustaka.pdf | 6 | |
| 14. | 2025_TS_MDP_191212300001_Lampiran.pdf | 43 |
|
S Sebagai makhluk sosial, manusia hidup berdampingan dan saling bergantung satu sama lain. budaya gotong royong yang telah mengakar dalam masyarakat indonesia menjadi cerminan nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas. namun dalam praktiknya, nilai ini kadang dimaknai secara berlebihan dan menciptakan tekanan sosial, sehingga mendorong seseorang untuk selalu memenuhi ekspektasi orang lain. salah satu bentuk tekanan tersebut dapat terlihat dalam perilaku people pleaser, yakni kecenderungan individu untuk menomorsatukan keinginan orang lain demi menjaga hubungan sosial, meski harus mengorbankan kenyamanan dan kebutuhan pribadi. fenomena ini cukup sering ditemukan di kalangan mahasiswa, terutama di kota besar seperti jakarta. sayangnya, pemahaman mahasiswa terhadap dampak negatif dari perilaku ini masih tergolong rendah. oleh karena itu, kampanye sosial “no thanks†dirancang untuk membangun kesadaran baru di kalangan mahasiswa mengenai pentingnya mengenali diri, menetapkan batas pribadi, serta menjaga kesehatan mental. penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode design thinking, yang terdiri dari lima tahap seperti empathize, define, ideate, prototype, dan test. data diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung terhadap kondisi mahasiwa cenderung people pleaser, interaksi mahasiwa terhadap masyarakat, analisis kegiatan organisasi serta aktifitas media sosial, studi pustaka hingga penyebaran kuesioner. hasil data kemudian digunakan sebagai dasar dalam merancang materi kampanye berupa video edukasi, talkshow, dan media visual pendukung yang disebarkan melalui instagram dan youtube. harapannya, kampanye ini dapat menjadi sarana refleksi bagi mahasiswa untuk berani menyuarakan kebutuhan diri tanpa rasa bersalah, serta mendorong terciptanya hubungan sosial yang lebih sehat, seimbang, dan saling menghargai, baik di lingkungan akademik maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
A As social beings, humans live side by side and rely on one another. in indonesian culture, the value of gotong royong—mutual cooperation—reflects strong social bonds rooted in collective care and solidarity. however, in modern contexts, this value is sometimes interpreted excessively, creating social pressure that encourages individuals to always meet others’ expectations. one manifestation of this pressure is people pleaser behavior—a tendency to prioritize others’ needs in order to maintain social harmony, even at the cost of personal comfort and well being. this phenomenon is common among university students, especially in urban environments like jakarta. unfortunately, awareness of the negative consequences of this behavior remains low. to address this issue, the “no thanks†social campaign was developed to foster greater awareness among students about the importance of self-knowledge, personal boundaries, and mental health. this study used a qualitative approach, incorporating the design thinking framework, which unfolds in five stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. to deeply understand the issue, data were gathered through direct interviews, observing students who tend to be people pleasers, exploring their interactions within the community, analyzing their involvement in campus organizations and on social media, as well as reviewing relevant literature and distributing questionnaires. these findings were then used to develop campaign materials in the form of educational videos, talk shows, and visual content, distributed via instagram and youtube. the campaign is intended to serve as a reflective medium for students, helping them express personal needs without guilt and encouraging the formation of healthier, more balanced, and mutually respectful social relationships—both within academic settings and the wider community.