Analisis biaya akibat likuifaksi terhadap infrastruktur pemukiman di jakarta utara
Penerbit : FTSP - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Muhammad Zaki
Kata Kunci : Liquefaction, Earthquake, North Jakarta, Economic Loss, Residential Buildings
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_TS_MTS_151012310006_Halaman-Judul.pdf | 9 | |
| 2. | 2026_TS_MTS_151012310006_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_TS_MTS_151012310006_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_TS_MTS_151012310006_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_TS_MTS_151012310006_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_TS_MTS_151012310006_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_TS_MTS_151012310006_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_TS_MTS_151012310006_Bab-1.pdf | 9 | |
| 9. | 2026_TS_MTS_151012310006_Bab-2.pdf | 38 |
|
| 10. | 2026_TS_MTS_151012310006_Bab-3.pdf | 10 |
|
| 11. | 2026_TS_MTS_151012310006_Bab-4.pdf | 141 |
|
| 12. | 2026_TS_MTS_151012310006_Bab-5.pdf | 5 | |
| 13. | 2026_TS_MTS_151012310006_Daftar-Pustaka.pdf | 6 | |
| 14. | 2026_TS_MTS_151012310006_Lampiran.pdf | 38 |
|
W Wilayah pesisir jakarta utara merupakan kawasan yang memiliki tingkatkerentanan tinggi terhadap fenomena likuifaksi akibat dominasi lapisan tanah pasirjenuh air, muka air tanah yang dangkal. penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi kedalaman lapisan tanah yang berpotensi mengalami likuifaksi.metode penelitian yang digunakan meliputi analisis data tanah dari 26 titik bor yangtersebar di wilayah ancol, pluit, tegal alur–pantai indah kapuk (pik), dancilincing. evaluasi potensi likuifaksi dilakukan berdasarkan parameter geotekniktanah, khususnya nilai n-spt, jenis tanah, kondisi kejenuhan, dan muka air tanah.hasil penelitian menunjukkan wilayah ancol dan cilincing menunjukkan tingkatkerentanan tertinggi, ditandai dengan kedalaman likuifaksi yang lebih luas danmerata dibandingkan wilayah lainnya. sementara itu, wilayah pluit dan tegal alurpik menunjukkan potensi likuifaksi yang relatif lebih terbatas, namun tetapmemerlukan perhatian karena keberadaan permukiman padat di atas lapisan tanahrentan. estimasi nilai kerugian bangunan rumah tinggal akibat likuifaksi di wilayahpenelitian menunjukkan total kerugian sebesar rp4,73 triliun, dengan nilai kerugianper jiwa berkisar antara rp3,46 juta hingga rp6,34 juta per orang. nilai kerugiantertinggi secara relatif terjadi di wilayah dengan nilai ekonomi properti yang tinggidan tingkat kerusakan bangunan yang besar. hasil penelitian ini diharapkan dapatmenjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan mitigasi risiko bencana,khususnya likuifaksi, serta sebagai dasar dalam pengambilan kebijakanpembangunan dan pengelolaan wilayah pesisir jakarta utara yang berkelanjutan
T The coastal area of north jakarta is a region with a high level of vulnerability toliquefaction phenomena due to the dominance of saturated sandy soil layers andshallow groundwater levels. this study aims to identify the depth of soil layers thatare potentially susceptible to liquefaction. the research method involves theanalysis of subsurface soil data obtained from 26 borehole points distributed acrossthe ancol, pluit, tegal alur–pantai indah kapuk (pik), and cilincing areas. theevaluation of liquefaction potential is conducted based on geotechnical soilparameters, particularly n-spt values, soil type, degree of saturation, andgroundwater level. the results indicate that the ancol and cilincing areas exhibitthe highest level of vulnerability, characterized by more extensive and evenlydistributed liquefaction-prone depths compared to other areas. meanwhile, thepluit and tegal alur–pik areas show relatively more limited liquefaction potential;however, these areas still require attention due to the presence of dense residentialsettlements located above susceptible soil layers. the estimated economic loss toresidential buildings caused by liquefaction in the study area reachesapproximately rp4.73 trillion, with per capita losses ranging from rp3.46 millionto rp6.34 million per person. the highest relative losses occur in areas with higherproperty values and greater levels of building damage. the findings of this studyare expected to serve as a consideration for disaster risk mitigation planning,particularly related to liquefaction hazards, as well as a basis for policymaking andsustainable development management in the coastal area of north jakarta