Paradoks ppn atas agunan yang diambil alih (ayda) atas sewa pembiayaan dengan hak opsi dan paradoks ppn atas jasa keuangan
Penerbit : FEB - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Deden Tarmidi
Kata Kunci : AYDA VAT Rate; VAT on Repossessed Asset Sales; VAT on Financial Services; VAT Tax Base for Financial
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_TS_MAK_123012401008_Halaman-Judul.pdf | 12 | |
| 2. | 2026_TS_MAK_123012401008_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_TS_MAK_123012401008_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_TS_MAK_123012401008_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_TS_MAK_123012401008_Lembar-Pengesahan.pdf | 5 | |
| 6. | 2026_TS_MAK_123012401008_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_TS_MAK_123012401008_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_TS_MAK_123012401008_Bab-1.pdf | 23 | |
| 9. | 2026_TS_MAK_123012401008_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_TS_MAK_123012401008_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_TS_MAK_123012401008_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_TS_MAK_123012401008_Bab-5.pdf | 6 | |
| 13. | 2026_TS_MAK_123012401008_Daftar-Pustaka.pdf | 5 | |
| 14. | 2026_TS_MAK_123012401008_Lampiran.pdf | 10 |
|
P Penelitian ini mengkaji dua paradoks perlakuan ppn pada industri pembiayaan. paradoks pertama berkaitan dengan perbedaan perlakuan ppn atas agunan yang diambil alih (ayda) yang berasal dari fasilitas kredit/pinjaman dibandingkan dengan ayda yang timbul dari transaksi fasilitas sewa pembiayaan dengan hak opsi (finance lease). paradoks kedua berkaitan dengan perubahan karakter jasa keuangan yang secara substansi tetap diperlakukan sebagai jasa yang tidak dipungut ppn, namun secara formal dikategorikan sebagai jasa kena pajak yang dibebaskan sehingga menimbulkan kewajiban administratif perpajakan bagi pelaku usaha untuk menerbitkan faktur pajak. kondisi tersebut menciptakan ketidakpastian hukum, risiko ketidakpatuhan, serta tantangan operasional bagi perusahaan pembiayaan.penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian hukum doktrinal yang bersifat eksploratif. analisis dilakukan melalui penelaahan bahan hukum primer dan sekunder, studi kasus pada perusahaan pembiayaan, serta didukung oleh wawancara dengan regulator, praktisi industri, dan konsultan pajak untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif atas praktik dan interpretasi yang berkembang.hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan interpretasi terhadap substansi transaksi dan dasar kepemilikan aset menyebabkan ketidakkonsistenan dalam penerapan ppn atas ayda. selain itu, kewajiban administratif perpajakan atas jasa keuangan yang secara ekonomi tidak dipungut ppn menimbulkan beban kepatuhan tambahan dan meningkatkan risiko sanksi bagi perusahaan pembiayaan. penelitian ini juga menemukan bahwa ketiadaan petunjuk teknis yang jelas mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi kepatuhan yang defensif.sebagai implikasi praktis, penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan internal yang konsisten, penguatan dokumentasi transaksi, serta penyelarasan antara perlakuan akuntansi dan perpajakan guna memitigasi risiko pajak dan menjaga keberlanjutan operasional perusahaan pembiayaan. secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian mengenai ketegangan antara substansi ekonomi dan formalitas hukum dalam sistem perpajakan tidak langsung.
T This study examines two paradoxes in the application of value added tax (vat) within the financing industry. the first paradox relates to differences in vat treatment of foreclosed collateral (ayda) arising from credit or loan facilities compared to ayda originating from finance lease facilities with a purchase option. the second paradox concerns the changing characterization of financial services, which, in substance, continue to be treated as non-taxable, yet are formally classified as vat-exempt taxable services, thereby giving rise to administrative vat obligations for business entities, including the issuance of tax invoices. these conditions create legal uncertainty, non-compliance risks, and operational challenges for financing companies.this research adopts a qualitative approach using an exploratory doctrinal legal research method. the analysis is conducted through an examination of primary and secondary legal materials, a case study of a financing company, and is supported by interviews with regulators, industry practitioners, and tax consultants to obtain a comprehensive understanding of prevailing practices and interpretative approaches.the findings indicate that differing interpretations of the economic substance of transactions and the basis of asset ownership result in inconsistencies in the application of vat on foreclosed collateral. in addition, administrative vat obligations imposed on financial services that are not economically subject to vat create additional compliance burdens and increase the risk of sanctions for financing companies. the study also finds that the absence of clear technical guidance encourages financing companies to adopt defensive compliance strategies.as a practical implication, this study recommends the establishment of consistent internal policies, strengthened transaction documentation, and alignment between accounting and tax treatments to mitigate tax risks and support the operational sustainability of financing companies. from a theoretical perspective, this research contributes to the literature by highlighting the tension between economic substance and legal formalism in the application of indirect taxation.