DETAIL KOLEKSI

Koeksistensi spasial ruang sosial dan keagamaan dalam pembentukan identitas permukiman di kawasan pasar lama tangerang

5.0


Oleh : Ade Agustian Chahayadhi

Info Katalog

Subyek : Space--Religious aspects;Historic district

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Lucia Helly Purwaningsih

Kata Kunci : historic district, social coexistence, religious space, phenomenology, Pasar Lama Tangerang

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_TS_MAR_152012400011_Halaman-Judul.pdf 19
2. 2026_TS_MAR_152012400011_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_TS_MAR_152012400011_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_TS_MAR_152012400011_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_TS_MAR_152012400011_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_TS_MAR_152012400011_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_TS_MAR_152012400011_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_TS_MAR_152012400011_Bab-1.pdf 11
9. 2026_TS_MAR_152012400011_Bab-2.pdf 27
10. 2026_TS_MAR_152012400011_Bab-3.pdf 14
11. 2026_TS_MAR_152012400011_Bab-4.pdf 37
12. 2026_TS_MAR_152012400011_Bab-5.pdf 23
13. 2026_TS_MAR_152012400011_Daftar-Pustaka.pdf 2
14. 2026_TS_MAR_152012400011_Lampiran.pdf 42

K Kawasan pasar lama tangerang merupakan kawasan bersejarah yang hingga kini tetap berfungsi aktif sebagai ruang kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. keberlanjutan kawasan ini tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan bersejarah, tetapi oleh praktik sosial dan pemaknaan ruang yang berlangsung secara terus-menerus. penelitian ini bertujuan untuk memahami pemanfaatan ruang publik berdasarkan pola waktu dan aktivitas, pola koeksistensi etnis tionghoa dan pribumi dalam penggunaan ruang serta pengaruh keberadaan klenteng boen tek bio dan masjid jami’ kalipasir terhadap struktur morfologi kawasan.penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi lapangan, wawancara dan analisis spasial serta pendekatan fenomenologi untuk memahami ruang sebagai ruang yang dialami dan dihidupi oleh masyarakat. analisis dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan pada teori space and place, production of space, rhythmanalysis serta konsep insideness and outsideness.hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik di pasar lama tangerang terbentuk melalui koeksistensi sosial yang berlangsung hampir sepanjang hari, ditandai oleh ritme aktivitas ekonomi, sosial dan budaya yang saling terkait. keberadaan klenteng boen tek bio dan masjid jami’ kalipasir berperan sebagai titik orientasi ruang yang memengaruhi jaringan jalan, orientasi bangunan dan pembentukan ruang publik tanpa menciptakan pemisahan spasial. pola permukiman memperlihatkan keberdampingan atau koeksistensi antara etnis tionghoa dan pribumi yang berlangsung secara alami melalui penggunaan ruang bersama. penelitian ini menegaskan bahwa identitas spasial kawasan terbentuk dari relasi sosial dan praktik ruang yang berkelanjutan.

T The pasar lama tangerang area constitutes a historic district that continues to function actively as a space of social, economic, and cultural life. the continuity of this area is not solely determined by the presence of historic buildings, but rather by ongoing social practices and the continuous production of spatial meaning. this study aims to examine the utilization of public space based on temporal patterns and activity cycles, the patterns of coexistence between chinese and indigenous communities in spatial use, and the influence of klenteng boen tek bio and masjid jami’ kalipasir on the morphological structure of the area.this research employs a qualitative approach through field observation, interviews, and spatial analysis, complemented by a phenomenological perspective to understand space as lived and experienced space. the analysis is conducted by correlating empirical findings with the theoretical frameworks of space and place, production of space, rhythmanalysis, and the concept of insideness and outsideness.the findings indicate that public space in pasar lama tangerang is formed through social coexistence occurring throughout the day, characterized by interrelated rhythms of economic, social, and cultural activities. the presence of klenteng boen tek bio and masjid jami’ kalipasir functions as spatial orientation nodes that influence the street network, building orientation, and the formation of public space without generating spatial segregation. the settlement pattern demonstrates a natural coexistence between chinese and indigenous communities through shared spatial practices. this study affirms that the spatial identity of the area is shaped by sustained social relations and spatial practices.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?