DETAIL KOLEKSI

Pengaruh heptagon fruad terhadap kecurangan laporan keuangan dengan moderasi tata kelola teknologi informasi


Oleh : Ahmad Ali Akbar Aslamy

Info Katalog

Subyek : Fraud - Heptagon;Financial statements - Fraud

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Hexana Sri Lastanti

Pembimbing 2 : Hexana Sri Lastanti

Kata Kunci : fraud eptagon; financial statement fraud; IT governance; basic materials

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_TS_MAK_123012404003_Halaman-Judul.pdf 12
2. 2026_TS_MAK_123012404003_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf
3. 2026_TS_MAK_123012404003_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_TS_MAK_123012404003_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_TS_MAK_123012404003_Lembar-Pengesahan.pdf 4
6. 2026_TS_MAK_123012404003_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_TS_MAK_123012404003_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_TS_MAK_123012404003_Bab-1.pdf
9. 2026_TS_MAK_123012404003_Bab-2.pdf 57
10. 2026_TS_MAK_123012404003_Bab-3.pdf
11. 2026_TS_MAK_123012404003_Bab-4.pdf
12. 2026_TS_MAK_123012404003_Bab-5.pdf 6
13. 2026_TS_MAK_123012404003_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_TS_MAK_123012404003_Lampiran.pdf

P Penelitian ini menguji faktor-faktor penyebab kecurangan laporan keuangan berdasarkan teori fraud heptagon (tekanan, peluang, rasionalisasi, kapabilitas, ego, ketidaktahuan, dan keserakahan), dengan tata kelola teknologi informasi sebagai variabel moderasi, pada perusahaan sektor basic materials yang tercatat di bursa efek indonesia (bei) periode 2021– 2024. hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan dan ego berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan peluang, rasionalisasi, kapabilitas, ketidaktahuan, dan keserakahan tidak berpengaruh signifikan. tata kelola teknologi informasi terbukti memperkuat hubungan antara rasionalisasi terhadap kecurangan laporan keuangan, tetapi tidak memperkuat hubungan antara tekanan, peluang, kapabilitas, ego, ketidaktahuan dan keserakahan terhadap kecurangan laporan keuangan. temuan ini memastikan bahwa tata kelola ti yang efektif bisa mengurangi asimetri informasi, menekan peluang manipulasi, serta meningkatkan keandalan informasi keuangan pada perusahaan sektor basic materials. secara teoretis, penelitian ini memperkaya pengujian fraud heptagon pada perusahaan publik di indonesia yang rawan inflasi laba; secara praktis, hasilnya memberi masukan bagi regulator, perusahaan, dan investor dalam deteksi dini dan mitigasi fraud, serta menjadi rujukan empiris bagi penelitian lanjutan tentang fraud, tata kelola ti, dan kualitas pelaporan keuangan.

T This research examines the factors causing financial statement fraud based on fraud heptagon theory (pressure, opportunity, rationalization, capability, ego, unawareness, and greed), with it governance as the moderating variable, in basic materials sector companies listed on the indonesia stock exchange (idx) for the period 2021–2024. the results show that pressure and ego positively influence financial statement fraud, while opportunity, rationalization, capability, unawareness, and greed have no significant effect. it governance strengthens the relationship between rationalization and financial statement fraud but does not strengthen the relationships between pressure, opportunity, capability, ego, unawareness, and greed with financial statement fraud. these findings confirm that effective it governance can reduce information asymmetry, suppress manipulation opportunities, and enhance financial information reliability in basic materials sector companies. theoretically, this study enriches fraud heptagon testing in public companies in indonesia prone to earnings inflation; practically, the results provide input for regulators, companies, and investors in early detection and fraud mitigation, as well as serving as empirical reference for further research on fraud, it governance, and financial reporting quality.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?