DETAIL KOLEKSI

Evaluasi pada tahap awal reaktivasi lapangan x dengan keterbatasan pola operasi serah terima


Oleh : M Akbar Hari Setiawan

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2025

Pembimbing 2 : Muhammad Taufiq Fathaddin

Kata Kunci : Reactivation, custody transfer

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2025_TS_MTP_171012210002_Halaman-Judul.pdf 5
2. 2025_TS_MTP_171012210002_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2025_TS_MTP_171012210002_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2025_TS_MTP_171012210002_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2025_TS_MTP_171012210002_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2025_TS_MTP_171012210002_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2025_TS_MTP_171012210002_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2025_TS_MTP_171012210002_Bab-1.pdf 3
9. 2025_TS_MTP_171012210002_Bab-2.pdf 18
10. 2025_TS_MTP_171012210002_Bab-3.pdf 3
11. 2025_TS_MTP_171012210002_Bab-4.pdf 26
12. 2025_TS_MTP_171012210002_Bab-5.pdf 2
13. 2025_TS_MTP_171012210002_Daftar-Pustaka.pdf 4
14. 2025_TS_MTP_171012210002_Lampiran.pdf 9

L Lapangan X pertama kali di produksikan pada tahun 1994 Sampai dengan tahun 2015 dengan cumulative produksi mencapai 6,9 MMSTB dan berakhir pengeloalan pada tahun 2018. Selanjutnya tahun 2021 dilakukan lelang pengeloalaan Wilayah Kerja oleh kementrian ESDM, dan ditetapkan perusahaan “ABC” sebagai pemenang lelang. Dengan komitmen pasti reaktivasi sumur produksi dan injeksi serta peremajaan fasilitas produksi. Diharapkan lapangan X dapat segera berproduksi dan berkontribusi dalam lifting minyak nasional.Melakukan analisa data produksi dan surveillance terhadap water injection bertujuan untuk melihat kinerja sumur produksi dan injeksi air selama lapangan X beroperasi. Sehingga dapat menentukan sumur sumur yang potensial untuk direaktivasi sesuai dengan kondisi operasi pada fase awal reaktivasi lapangan X. Operasi water injkesi juga menjadi perhatian dikarenakan watercut dari sumur produksi rata rata diatas 70%.Perubahan Wilayah kerja juga merubah pola operasi serah terima dan komersialisasi minyak lapangan X. Karakteristik minyak dari lapangan X yang memiliki pour point dan viskositas tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam operasi serah terima dan lifting yang melalui jaringan penyaluran pipa bersama. Selain treatment dengan heating dan penambahan bahan kimia, melakukan mixing dengan minyak yang memiliki pour point dan viskositas rendah menjadi solusi untuk permasalahan pembekuan minyak di tangki penyimpanan dan jalur pipa. Mixing ratio untuk menghasilkan minyak blending yang sesuai spesifikasi penyaluran secara langsung mempengaruhi volume yang diproduksikan dari reaktivasi lapangan X.Dengan melakukan forecasting produksi menggunkan 2 (dua) skenario berdasarkan jumlah sumur yang direaktivasi. Cumulative produksi sampai dengan Desember 2030 mencapai 7.4 MMSTB untuk skenario I dengan 5 (lima) sumur yang diproduksikan. Sedangkan skenario II dengan memproduksikan 9 (sembilan) sumur didapat cumulative produksi mencapai 7.6 MMSTB. Dan jika menggunakan FSA dengan mixing ratio minyak BDI 2:1, cumulative produksi mencapai 7.2 MMSTB.Kata kunci: Blending; Lifting;Pour Point; Viskositas; Water Injection

F Field \\\"X\\\" was first produced in 1994 with cumulative production reaching 6.9 MMSTB until 2015 before it was closed and management ended in 2018. Next, in 2021, a field management auction was conducted by the Ministry of Energy and Mineral Resources, and the company \\\"ABC\\\" was declared the auction winner. With a firm commitment to the reactivation of production and injection wells as well as the rejuvenation of production facilities. It is hoped that field X can soon start producing and contribute to the national oil lifting.Conducting production data analysis and surveillance of water injection aims to assess the performance of production and water injection wells during the operation of field X. So that it can determine the wells that are potential for reactivation according to the operating conditions in the early phase of the reactivation of field X. Water injection operations are also a concern because the average water cut from production wells is above 70%.The Change in the work area also alters the operational patterns of the handover and commercialization of oil from field X. The characteristics of the oil from field X, which has a high pour point and viscosity, pose a unique challenge in lifting operations through pipeline distribution. In addition to treatment with heating and chemicals, mixing with oil that has a low pour point and viscosity becomes a solution to the problem of oil freezing in storage tanks and pipelines. The mixing ratio to produce blending oil that meets the distribution specifications directly affects the volume produced from the reactivation of field X.By forecasting production using 2 (two) scenarios based on the number of wells being reactivated. Cumulative production until December 2030 reaches 7.4 MMSTB for scenario I with 5 (five) wells produced. While scenario II by producing 9 (nine) wells, cumulative production reaches 7.6 MMSTB. And if using FSA with a BDI oil mixing ratio of 2:1, cumulative production reaches 7.2 MMSTB.Keywords: Blending; Lifting;Pour Point; Viskositas;Water Injection

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?