DETAIL KOLEKSI

Tinjauan atas permohonan PKP dengan alamat virtual office: solusi untuk meningkatkan pengawasan perpajakan

5.0


Oleh : Ade Rizky Ramadhani

Info Katalog

Status Posting : Published

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2025

Pembimbing 1 : Romy Afandi

Subyek : Taxpayers - Virtual office

Kata Kunci : VAT-registered persons, virtual office, tax supervision, tax administration


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2025_LM_PJK_024032300022_Halaman-Judul.pdf
2. 2025_LM_PJK_024032300022_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2025_LM_PJK_024032300022_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2025_LM_PJK_024032300022_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2025_LM_PJK_024032300022_Lembar-Pengesahan.pdf 4
6. 2025_LM_PJK_024032300022_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2025_LM_PJK_024032300022_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2025_LM_PJK_024032300022_Bab-1.pdf 4
9. 2025_LM_PJK_024032300022_Bab-2.pdf
10. 2025_LM_PJK_024032300022_Bab-3.pdf
11. 2025_LM_PJK_024032300022_Bab-4.pdf
12. 2025_LM_PJK_024032300022_Bab-5.pdf 2
13. 2025_LM_PJK_024032300022_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2025_LM_PJK_024032300022_Lampiran.pdf

P Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kebijakan terkait permohonan Pengukuhan PengusahaKena Pajak (PKP) dengan alamat virtual office, mengetahui dampak kebijakan tersebut, dankendala yang dihadapi oleh petugas pajak serta solusi yang dapat ditawarkan. Penggunaanalamat virtual office ini dapat menimbulkan tantangan bagi DJP seperti sulitnya verifikasi keberadaan usaha dan risiko penyalahgunaan seperti penerbitan faktur pajak fiktif. Penelitianini dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara petugas pajak di Kantor Pelayanan PajakPratama Jakarta Tebet.Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan adanya kebijakan yang mengatur secarakhusus Wajib Pajak dengan alamat virtual office ini untuk melampirkan tambahan persyaratanberupa alamat operasional. Namun, hal tersebut tidak diatur secara eksplisit dalam peraturanperundangan sehingga seringkali menimbulkan keluhan dari Wajib Pajak. Untukmengoptimalkan pengawasan, penelitian ini mengusulkan agar DJP dapat menetapkan aturanyang mewajibkan adanya alamat operasional sebagai secondary address. Usulan inidiharapkan dapat mendukung validitas data alamat dan kegiatan usaha Wajib Pajak serta mencegah penyalahgunaan alamat virtual office.

T This study aims to review policies related to the application for Persons(PKP) status using a virtual office address examine the impact of this policy, identify VAT-Registered fy thechallenges faced by tax officers, and propose possible solutions.. The use of virtual officeaddresses by taxpayers can pose challenges for the Directorate General of Taxes (DGT), suchas difficulties in verifying business existence and risks of misuse, including issuing fictitioustax invoices. This study employs literature reviews and interviews with tax officers at KPPPratama Jakarta Tebet.The results indicate the need for specific regulations requiring taxpayers with virtual officeaddresses to submit additional documentation, such as an operational address. However, thisrequirement is not explicitly stated in current legislation, often leading to complaints fromtaxpayers. To enhance supervision, this study recommends that the DGT establish a policymandating operational addresses as a secondary address. This recommendation aims tosupport the validity of address data and taxpayers\\\' business activities while preventing misuseof virtual office addresses.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?