DETAIL KOLEKSI

Menelusuri makna simbolik gedung menara 165 dalam nilai-nilai islami


Oleh : Pandhu Perwira Raja

Info Katalog

Subyek : Architecture - Islamic art and symbolism

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Agus Saladin

Kata Kunci : Menara 165, Islamic symbolism, symbolic architecture, place identity, spatial experience, building

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_TS_MAR_152012400023_Halaman-Judul.pdf 10
2. 2026_TS_MAR_152012400023_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_TS_MAR_152012400023_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_TS_MAR_152012400023_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_TS_MAR_152012400023_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_TS_MAR_152012400023_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_TS_MAR_152012400023_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_TS_MAR_152012400023_Bab-1.pdf 10
9. 2026_TS_MAR_152012400023_Bab-2.pdf 8
10. 2026_TS_MAR_152012400023_Bab-3.pdf 6
11. 2026_TS_MAR_152012400023_Bab-4.pdf 60
12. 2026_TS_MAR_152012400023_Bab-5.pdf 3
13. 2026_TS_MAR_152012400023_Daftar-Pustaka.pdf 4
14. 2026_TS_MAR_152012400023_Lampiran.pdf 13

G Gedung perkantoran dengan gaya arsitektur yang modern yang tidak hanyaberfungsi sebagai wadah aktivitas manusia, tapi juga sebagai tempat komunikasisymbol pada bangunan. penelitian ini bagaimana membahas sebuah simbol dan nilainilai islam dimaknai dalam konteks arsitektur gedung menara 165, sebuah bangunanperkantoran modern yang cukup menonjol di kawasan bisnis tb simatupang, jakartaselatan. gedung ini dikenal bukan hanya karena bentuk menaranya yang ikonik,tetapi juga karena membawa filosofi “1–6–5” yang berkaitan dengan tauhid, rukuniman, dan rukun islam. penelitian ini bagaimana berupaya memahami simbol-simboltersebut dipersepsi oleh tiga kelompok pengguna ruang: tenant atau pekerja (t1–t2),pengelola gedung (p1–p2), dan pengguna/pengunjung (u1–u2). pendekatan yangdigunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan wawancara mendalam sebagai teknikutama pengumpulan data. hasil temuan sementara menunjukkan bahwa setiapkelompok informan memiliki cara berbeda dalam memaknai simbol-simbol islam digedung menara 165. pengelola melihat bangunan ini sebagai representasi visispiritual, sekaligus upaya menghadirkan narasi dakwah dalam ruang bisnis modern.bagi tenant dan pekerja, makna simbolik muncul dari pengalaman mereka sehari-haridan suasana yang lebih tenang, perilaku pengelola dan pengguna yang sopan, sertakeberadaan fasilitas ibadah yang mudah dijangkau. sementara itu, pengguna yangtidak bekerja langsung di gedung cenderung menangkap makna melalui tanda visualseperti lafadz allah dan bentuk menara, namun mereka juga mengakui adanyaatmosfer ruang yang terasa lebih damai dan tertib. jika dikaitkan dengan teori placeidentity dari relph dan lynch, gedung menara 165 menunjukkan kemampuanmemperkuat identitas kawasan melalui landmark yang mudah dikenali sekaligusbermakna secara emosional. dalam perspektif charles jencks mengenai arsitektursimbolik, bangunan ini menghadirkan double coding: tampil sebagai gedung modernnamun membawa nilai religius yang hadir secara halus. secara keseluruhan,penelitian ini menegaskan bahwa simbol-simbol islam tidak harus tampil eksplisituntuk memiliki makna. melalui bentuk, suasana, dan perilaku sosial penggunanya,gedung menara 165 mampu menghadirkan nilai-nilai islam secara elegan,kontekstual, dan relevan dengan dunia bisnis urban.

M Modern office buildings today serve not only as containers for humanactivities but also as mediums for architectural communication through symbolsembedded in their form. this study explores how islamic symbols and values areinterpreted within the architectural context of menara 165, a prominent modern officebuilding located in the business district of tb simatupang, south jakarta. thebuilding is known not only for its iconic tower silhouette but also for its “1–6–5”philosophy, which refers to the concepts of tawhid, the six pillars of faith, and thefive pillars of islam. this research aims to understand how these symbols areperceived by three groups of spatial users: tenants/workers (t1–t2), buildingmanagers (p1–p2), and general users or visitors (u1–u2). a descriptive qualitativeapproach was used, with in-depth interviews serving as the primary method of datacollection. preliminary findings showed that each informant group had a differentway of interpreting the islamic symbols embedded in menara 165. building managersviewed the structure as a representation of spiritual vision and an attempt to embed anarrative of da’wah within a modern business environment. for tenants and dailyworkers, symbolic meaning emerged from their everyday experiences—such as thecalm atmosphere, the polite behavior of building users and staff, and the ease ofaccessing prayer facilities. meanwhile, users who do not work regularly in thebuilding perceived the symbolism mainly through visual elements such as the lafadzallah at the top of the tower and the tower form itself. they also acknowledged aspatial atmosphere that feels more peaceful and orderly compared to other officebuildings. when linked to relph and lynch’s concept of place identity, menara 165demonstrates its ability to strengthen the area’s identity through a landmark that isboth visually recognizable and emotionally meaningful. from charles jencks’perspective on symbolic architecture, the building presents a form of double coding:it appears as a modern office building while subtly conveying religious values.overall, this study highlights that islamic symbols do not need to appear explicitly inorder to convey meaning. through its architectural form, spatial atmosphere, and thesocial behavior of its users, menara 165 embodies islamic values in an elegant,contextual, and relevant manner aligned with contemporary urban businessenvironments.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?